Dalil Tentang Itikaf diMasjid

Apakah Rasulullah Pernah Itikaf di Masjid, dan Apakah Rasulullah Menentukan Batas Waktunya ? Wallahu A'lam bishawab....

Pertanyaan ini pernah diajukan oleh salah seorang saudaraku melalui komentar disalah satu situs jejaring sosial, tapi untuk menghindari perdebatan sengaja tidak kujawab, karena salah satu ushul-ushul da'wah adalah kita tidak diperkenankan untuk menyentuh hilafiah. Dan lagi saya merasa kalau pertanyaan yang saudaraku ajukan itu hanyalah sebagai tes pengetahuan, karena beliau sendiri adalah lulusan salah satu pondok pesantren terbesar dan ternama di makassar, yang bermukim di negara bagian arab. Saya rasa beliau sebenarnya sudah tau jawabannya.

Para pekerja dakwah yang bukan merupakan organisasi, yang juga tanpa nama, yang di pelopori oleh syaikh maulana ilyas dan keturunan-keturunannya ini aktif dalam usaha dakwah mulai dari India Pakistan Bangladesh Hingga ke seluruh alam memberikan tertib-tertib dalam usaha dakwah, salah satunya adalah itikaf dari satu masjid ke masjid yang lain.

Itikaf ini sendiri adalah bagian dari usaha dakwah, hanya merupakan metode atau cara. Usaha atas iman, sebagaimana orang yang melakukan berbagai macam usaha, cara atau metode untuk usaha atas uang atau usaha mendapatkan uang. Misalnya ada yang berusaha mendapatkan uang dengan cara bekerja di kantor, berjualan di pasar, menjadi perantara dalam proses jual beli barang dan jasa dan lain sebagainya. Semua itu hanyalah metode untuk menghasilkan Uang, yang jika kita berdiam diri saja dirumah, maka kita tidak akan pernah mendapatkannya. Sama seperti Iman, jika kita tidak mencari cara untuk mendapatkannya, maka kita tidak akan pernah memperoleh iman didalam hati kita.

Kegiatan Ibadah yang dilakukan di masjid selama masa Itikaf itu sudah di programkan, misalnya :
1. Sekitar pukul 09:00 s/d 11:00 pembacaan ta'lim, kumpulan hadist & ayat-ayat alquran tentang fadhilah dzikir, fadhilah alqur'an, fadhilah sedekah, fadhilah ramadhan, dan kisah-kisah sahabat radiallahu anhum. Semuanya dirangkum dalam satu buku yang diberi judul fadhilah amal. Konon dalam proses penyusunan fadhail amal ini, syaikh maulana muhammad ilyas melakukan shalat hajat dua rakaat sebelum menulis.
Dalam program pembacaan ta'lim tersebut ada yang dinamakan halaqah qur'an, dimana para peserta ta'lim membaca alqur'an bergantian dan saling mengoreksi jika ada kesalahan. Ada juga yang dinamakan jaulah taklim, yaitu dua orang atau lebih keluar mengunjungi rumah saudara-saudara muslim yang terdekat disekitar masjid untuk silaturahmi. Biasanya juga di manfaatkan untuk taalluf dan taarruf dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat umum lainnya. Adalagi yang dinamakan mudzakarah enam sifat sahabat radiallahu anhum ( lihat disini ).
Dalam pembacaan taklim, para masyaikh telah memberikan arahan berupa adab-adab peserta ta'lim, mulai dari petugas pembaca ta'lim, hingga orang-orang yang duduk mendengarkan pembacaan ta'lim ( baca selengkapnya disini )

2. Setelah pembacaan ta'lim selesai, para peserta ta'lim yang itikaf di masjid itu istirahat sejenak, sambil menantikan waktu shalat dhuhur. bisa dimanfaatkan untuk memenuhi hajat masing-masing seperti keperluan minum, wudhu, dan lainnya.

3. Setelah Shalat Dhuhur, biasanya ada program mudzakarah, yaitu proses belajar-mengajar, misalkan tentang hukum-hukum islam, adab-adab, dan hal-hal lainnya.

4. waktu Makan Siang adalah setelah selesai shalat dhuhur dan mudzakarah, kemudian istirahat sampai dengan waktu shalat ashar. Biasanya ada karkun yang memanfaatkan waktu istirahat ini untuk mudzakarah khusus, membaca AlQuran, dan lain-lain.

5. Setelah shalat ashar biasanya para karkun menjalankan amalan infiradhi, seperti mudzakarah khusus, membaca alqur'an dan sebagainya, dilanjutkan dengan program jaulah hingga lima belas menit sebelum masuk waktu shalat maghrib. ( baca tentang Jaulah Disini ).

6. Selepas Shalat Maghrib, ada bayyan... Yaitu pembicaraan tentang pentingnya iman dan amal shalih yang disampaikan oleh petugas mubayyin yang ditunjuk dalam putusan musyawarah. diupayakan masyarakat setempat yang hadir shalat maghrib berjamaah ikut ambil bagian, turut duduk dalam majelis hingga masuk waktu shalat isya.

7. Selepas shalat Isya, semua jamaah yang beritikaf di masjid kembali bergerak mengunjungi rumah-rumah saudara muslim yang terdekat, tujuannya untuk bersilaturahmi dan menunaikan hak-hak saudara muslim, yakni saling mengingatkan tentang perkara akhirat, imam dan amal shalih.

8. Setelah semua jamaah yang bergerak kembali ke masjid, barulah mereka makan malam.

9. Taklim Akhir, berupa pembacaan Hayatush Sahabah dilakukan setelah makan malam, sebelum tidur.

10. Rangkaian Ibadah Sunnah lainnya seperti Shalat Tahajjud, Membaca Alqur'an dan Lain-lain dilakukan Secara Infiradhi setelah waktu Makan / Istirahat.

11. Setelah Shalat Subuh, Ada Bayyan dimana jamaah shalat subuh didudukkan dalam majelis pembicaraan tentang Iman dan Amal Shalih, waktu bayyan tergantung dari kemampuan mubayyin biasanya berlangsung sampai dengan masuknya waktu shalat Isra'

12.  Setelah itu masing-masing jamaah menjalankan amalan Infiradhi....

Nah, Itu adalah sedikit gambaran kegiatan atau program orang-orang yang keluar kejalan Allah, yang biasanya di sebut Jamaah Tabligh. Orang-orang yang tidak mampu mengamalkan amalan-amalan seperti diatas biasanya menentang dan mencari kejelekan bagi orang-orang yang melakukannya, padahal apa yang mereka lakukan semata-mata untuk belajar mengorbankan harta, diri, dan waktu mereka untuk memperbaiki amalan-amalan mereka.

Tragis... Islam di Negara Indonesia akan sulit berkembang karena kebanyakan penentangnya adalah orang islam sendiri, padahal jika semua umat islam bersatu, saling mengingatkan tentang perkara akhirat dan saling mengajak untuk memperbaiki amalan, Niscaya kemungkaran akan berkurang di muka bumi ini.

Semoga ALLAH SWT memberikan Hidayah untuk Kampung Seluruh Alam.



My NOKIA N8

0 comments:

Post a Comment

10 Artikel Terpopuler di BLOG Nandar