Amalan Selepas Magrib

Setiap Amal ada Waktunya, setiap Waktu ada Amalnya.

Waktu antara Magrib dan Isya, atau yang sering disebut oleh para ulama sebagai *ma baina al-isya'ain*, adalah waktu yang sangat sakral dan penuh berkah. Para ulama salaf terdahulu sangat menjaga waktu ini agar tidak terbuang sia-sia untuk urusan duniawi.
Mengenai surah Al-Qur'an yang dianjurkan dibaca secara rutin di waktu malam (termasuk di antara Magrib dan Isya), ada beberapa surah yang memiliki dalil kuat dari hadis Nabi \text{SAW} beserta fadhilah (keutamaan) khususnya:
## 1. Surah Al-Mulk (Kerajaan)
Membaca Surah Al-Mulk sebelum tidur atau di awal malam (setelah Magrib) adalah amalan yang sangat ditekankan oleh Rasulullah \text{SAW}.
 * **Dalil:**
   Rasulullah \text{SAW} bersabda:
   > "Sesudah dalam Al-Qur'an ada suatu surah yang berisi tiga puluh ayat, surah tersebut dapat memberi syafaat bagi pembacanya hingga ia diampuni, yaitu *'Tabarakalladzi bi yadihil mulku'* (Surah Al-Mulk)." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
   > 
 * **Fadhilah:**
   * Mendapatkan syafaat di hari kiamat hingga dosa-dosanya diampuni.
   * Diselamatkan dan dilindungi dari siksa kubur. Rasulullah \text{SAW} bahkan tidak tidur sebelum membaca surah ini bersama Surah As-Sajdah.
## 2. Surah Al-Waqi'ah (Hari Kiamat)
Surah ini sudah sangat dikenal di kalangan umat Islam sebagai amalan di waktu malam untuk memperlancar rezeki dan mencegah kesempitan hidup.
 * **Dalil:**
   Berdasarkan hadis riwayat Ibnu Asakir dari Ibnu Mas'ud \text{RA}, Rasulullah \text{SAW} bersabda:
   > "Barangsiapa membaca surah Al-Waqi'ah setiap malam, maka dia tidak akan ditimpa kefakiran (kemiskinan) selamanya."
   > 
 * **Fadhilah:**
   * Dijauhkan dari kemiskinan dan kefakiran lahir maupun batin.
   * Mendatangkan keberkahan rezeki bagi yang istikamah mengamalkannya dengan penuh tadabbur.
## 3. Surah As-Sajdah (Sujud)
Surah ini merupakan pasangan dari Surah Al-Mulk yang selalu dibaca oleh Nabi \text{SAW} setiap memasuki waktu malam.
 * **Dalil:**
   Dari Jabir \text{RA}, beliau menceritakan kebiasaan Nabi \text{SAW}:
   > "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak akan tidur sampai beliau membaca *Alif Lam Mim Tanzil* (As-Sajdah) dan *Tabarakalladzi bi yadihil mulku* (Al-Mulk)." (HR. Tirmidzi).
   > 
 * **Fadhilah:**
   * Mendapatkan pahala yang besar seperti menghidupkan malam Lailatul Qadar jika dibaca istikamah.
   * Menjadi amalan penggugur dosa dan peninggi derajat di hadapan Allah \text{SWT}.
## Keutamaan Umum Waktu Antara Magrib dan Isya
Secara khusus, menghidupkan waktu antara Magrib dan Isya dengan membaca ayat suci Al-Qur'an, berzikir, atau mendirikan shalat sunnah (seperti shalat sunnah Awwabin) adalah salah satu penafsiran dari firman Allah \text{SWT} dalam **Surah As-Sajdah ayat 16**:
> *"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap..."*
Beberapa sahabat dan tabiin (seperti Anas bin Malik dan Qatadah) menyebutkan bahwa ayat ini turun untuk memuji orang-orang yang **tidak tidur atau tidak sibuk dengan urusan duniawi antara Magrib dan Isya**, melainkan menggunakannya untuk shalat dan membaca Al-Qur'an.
**Tips Amalan:** Anda bisa memulai dengan membaca Surah Al-Mulk dan Al-Waqi'ah setelah zikir shalat Magrib. Waktunya yang tenang sangat cocok untuk meresapi setiap ayat sebelum masuk waktu Isya.
Untuk memperdalam pemahaman mengenai keutamaan ibadah di waktu-waktu ini, Anda dapat menyimak video penjelasan berikut: 5 Amalan Utama Menghidupkan Waktu Magrib & Isya. Video ini menguraikan praktik terbaik untuk mengisi jeda waktu singkat tersebut agar membawa berkah luar biasa bagi kehidupan kita.

Apa Itu Ishlah ?

APA ITU ISHLAH

Di zaman ketika setiap orang merasa mudah menilai, menghakimi, bahkan menjatuhkan saudaranya sendiri, kita semakin membutuhkan pemahaman yang benar tentang makna islah (الإصلاح). Sebab tidak semua yang mengatasnamakan perbaikan benar-benar membawa perbaikan. Tidak semua yang mengaku ingin meluruskan, benar-benar menginginkan kelurusan.

Allah ta'ala berfirman

إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ

"Aku tidak bermaksud kecuali mengadakan perbaikan selama aku masih sanggup." (QS. Hūd: 88)

Kalimat ini diucapkan oleh Nabiullah Syu'aib alaihis salam. Ia mengajarkan bahwa tujuan seorang muslim ketika menasihati, mengkritik, atau mengoreksi adalah perbaikan, bukan pelampiasan emosi, bukan memperturutkan kebencian, bukan pula memuaskan ego pribadi.

Allah ta'ala berfirman

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ

"Katakanlah: Inilah jalanku, aku mengajak kepada Allah di atas ilmu yang jelas." (QS. Yusuf: 108)

Tanpa ilmu, seseorang mudah tergesa-gesa dalam menilai. Ia mendengar sedikit lalu menyimpulkan banyak. Ia membaca potongan informasi lalu merasa telah memahami keseluruhan persoalan.

Karenanya, betapa banyak kerusakan yang lahir bukan karena niat buruk semata, tetapi karena kebodohan yang dibungkus semangat.

Kadang seseorang mengaku sedang membela agama, padahal yang menggerakkannya adalah iri hati, persaingan, atau kebencian pribadi.

Allah berfirman

أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِه

"Apakah mereka dengki kepada manusia atas karunia yang Allah berikan kepada mereka?" (QS. An-Nisā': 54)

Hasad membuat mata sulit melihat kebaikan. Hasad membuat seseorang membesar-besarkan kesalahan dan mengecilkan kebaikan. Hasad membuat hati merasa senang ketika saudaranya jatuh.

Padahal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda

لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

"Janganlah kalian saling dengki, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara." (HR. Al-Bukhari & Muslim). 

Orang yang benar-benar menginginkan islah akan merasa sedih ketika melihat saudaranya keliru, bukan merasa senang karena mendapatkan bahan untuk menyerang untuk menjatuhkannya.

Salah satu penyakit yang merusak proses perbaikan adalah ketergesa-gesaan.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda

التَّأَنِّي مِنَ اللَّهِ وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

"Sikap tenang dan hati-hati berasal dari Allah, sedangkan tergesa-gesa berasal dari setan." (HR. Al-Baihaqi)

Banyak konflik umat membesar bukan karena masalah pokoknya besar, tetapi karena cara menyikapinya yang ceroboh dan terburu-buru.

Seseorang memvonis sebelum tabayyun, menyalahkan sebelum memahami, memutus hubungan sebelum menasihati, dan mengumumkan kesalahan sebelum memastikan kebenarannya.

Ketika menghadapi kaum muslimin yang masih memiliki banyak kekurangan, Allah tidak memerintahkan NabiNya dengan kekerasan.

Sebaliknya Allah berfirman

فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ

"Maafkanlah mereka, mohonkan ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka." (QS. Āli 'Imrān: 159)

Perhatikan urutannya, memaafkan, mendoakan, merangkul, mengajak dan bermusyawarah. Bukan memusuhi. Bukan memboikot. Bukan mengeluarkan. Bukan menghancurkan kehormatan saudaranya.

Maka ketika menghadapi saudara sendiri, pendekatan kasih sayang jauh lebih banyak membuka pintu hati daripada pendekatan permusuhan.

Tentu ada saatnya ketegasan diperlukan. Namun ketegasan tanpa hikmah akan berubah menjadi kekerasan. Ketegasan tanpa ilmu akan berubah menjadi kedzaliman.

Allah berfirman

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

"Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik." (QS. An-Nahl: 125)

Jika setiap kesalahan dibalas dengan pemboikotan, setiap perbedaan dibalas dengan permusuhan, setiap kekeliruan dibalas dengan pengusiran, lalu apa yang tersisa dari ukhuwah.  Apa sudah merasa bangga dengan jumlah orang yang berhasil kita keluarkan. Ataukah bangga dengan daftar panjang orang yang berhasil kita musuhi. 

Keberhasilan dakwah bukanlah banyaknya orang yang dijauhkan, tetapi banyaknya orang yang didekatkan kepada Allah. Keberhasilan islah bukanlah menghancurkan manusia, tetapi memperbaiki manusia.

Oleh karena itu, hendaknya kita belajar memperbaiki dengan hati yang bersih, ilmu yang benar, dan niat yang tulus. Jangan biarkan hasad menyamar sebagai ghirah. Jangan biarkan kemarahan menyamar sebagai amar ma'ruf. Jangan biarkan kedzaliman menyamar sebagai pembelaan terhadap agama.

نسأل الله أن يجعلنا من أهل الإصلاح، وأن يرزقنا العلم النافع والحكمة والرحمة والعدل.

"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang melakukan perbaikan, anugerahkan kepada kami ilmu yang bermanfaat, hikmah, kasih sayang, dan keadilan."

BACAAN SUJUD DALAM SHALAT DAN ARTINYA

 Berikut adalah bacaan Sujud yang paling umum beserta artinya:
1. Bacaan yang Paling Umum

Ini adalah bacaan yang biasanya diajarkan sejak bangku sekolah:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
(Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdihi)

    Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dengan segala puji bagi-Nya."

2. Bacaan Menurut Riwayat Lain

Selain bacaan di atas, terdapat variasi lain yang juga sering dibaca oleh Rasulullah SAW:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
(Subhaanaka allaahumma rabbanaa wa bihamdika allaahummaghfirlii)

    Artinya: "Maha Suci Engkau, ya Allah, Tuhan kami. Segala puji bagi-Mu, ya Allah, ampunilah dosa-dosaku."

3. Bacaan untuk Kekhusyukan (Tasbih Malaikat)

Bacaan ini sering dibaca untuk memperdalam rasa khusyuk:

سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
(Subbuuhun qudduusun rabbul malaa-ikati war ruuh)

    Artinya: "Maha Suci, Maha Kudus, Tuhan para malaikat dan Jibril."

Makna Filosofis Sujud

Sujud adalah posisi di mana anggota tubuh yang paling terhormat (kepala/dahi) sejajar dengan tanah. Secara spiritual, ini melambangkan:

    Puncak Kedekatan: Sebagaimana disebutkan dalam hadits, "Keadaan paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sujud."

    Penyucian Diri: Kata Subhan (Maha Suci) menunjukkan bahwa kita melepaskan segala sifat kekurangan dari Allah dan mengaku bahwa hanya Dialah yang sempurna.

    Waktu Mustajab: Karena posisi ini adalah yang paling dekat dengan Allah, kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa (dalam hati atau dengan bahasa Arab yang ma'tsur) saat sujud.

Efek Baking Soda Untuk Skincare

Secara singkat: **Tidak aman dan sangat tidak direkomendasikan.**
Meskipun baking soda (*sodium bicarbonate*) sering disebut-sebut dalam berbagai tips kecantikan DIY (buatan sendiri) di internet untuk mengatasi jerawat atau memutihkan kulit, para ahli dermatologi sangat melarang penggunaannya pada wajah.
Berikut adalah alasan ilmiah mengapa baking soda berbahaya untuk kulit wajah Anda:
### 1. Merusak *pH Balance* (Keasaman Kulit)
Kulit wajah manusia secara alami bersifat agak asam, dengan tingkat pH ideal sekitar **4,5 hingga 5,5**. Lapisan asam ini (disebut *acid mantle*) berfungsi sebagai pelindung dari bakteri, polusi, dan menjaga kelembapan.
Sementara itu, baking soda bersifat sangat basa dengan **pH sekitar 9**.
Mengoleskan bahan dengan pH setinggi itu akan:
 * Merusak lapisan pelindung kulit.
 * Membuat kulit menjadi terlalu kering dan tertarik.
 * Membuat kulit rentan terhadap infeksi bakteri (yang justru bisa memperparah jerawat).
### 2. Menyebabkan Iritasi dan Efek Terbakar
Karena sifat abrasif dan basanya yang kuat, baking soda dapat mengikis lapisan kulit terluar. Efek samping yang sering muncul meliputi:
 * Kemerahan dan rasa perih seperti terbakar.
 * Kulit mengelupas dan menjadi sangat sensitif.
 * Munculnya beruntusan atau jerawat yang lebih parah akibat iritasi (*irritant contact dermatitis*).
### 3. Mempercepat Penuaan Dini dan Dehidrasi
Ketika *acid mantle* rusak dan kelembapan alami kulit hilang secara ekstrem, kulit akan mengalami dehidrasi kronis. Kulit yang kering dan rusak lebih mudah mengalami penuaan dini, seperti munculnya garis-garis halus atau kerutan lebih cepat.
### Rekomendasi Eksfoliasi yang Lebih Aman
Jika tujuan Anda menggunakan baking soda adalah untuk mengangkat sel kulit mati (eksfoliasi) atau mengatasi minyak berlebih, jauh lebih aman menggunakan bahan kimia aktif (*chemical exfoliator*) yang memang diformulasikan khusus untuk kulit dengan pH yang sesuai, seperti:
 * **AHA (seperti *Glycolic Acid* atau *Lactic Acid*):** Bagus untuk mengangkat sel kulit mati di permukaan dan mencerahkan.
 * **BHA (*Salicylic Acid*):** Sangat baik untuk kulit berminyak dan berjerawat karena bisa membersihkan hingga ke dalam pori-pori.
 * **Retinol:** Untuk membantu regenerasi kulit dan menjaga tekstur kulit tetap halus (digunakan pada malam hari).
**Kesimpulan:** Jauhkan baking soda dari racikan perawatan wajah Anda. Gunakan baking soda khusus untuk keperluan dapur atau membersihkan peralatan rumah tangga, bukan untuk kulit wajah yang halus.

LUNAS HUTANG 11 MILIAR TANPA DRAMA

Dikutip Dari Live TikTok QURANIC LAW ATTRACTION

FAKTOR NON TEKHNIS

  1. Berdamai Dengan Takdir : Berdasarkan Alquran dan Hadits, Orang yang berdamai Dengan Takdir maka akan di konversi menjadi Pertolongan Allah. Bersihkan Hati dan Fikiran Dari Prasangka Buruk. Contoh ORang Yang Tidak Berdamai Dengan Takdir, Janganlah Kalian Mengatakan, seandainya dulu begini, seandainya dulu begitu (Karena Itu Adalah Pintu Masuknya Syaithan) Tapi Katakanlah (Qadarullah)... kata-kata seperti itu adalah bentuk penolakan berdamai dengan Takdir.  Cek Al-baqarah Ayat 45

    وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَـٰشِعِينَ 
    Wasta’īnū biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh(ti), wa innahā lakabīratun illā ‘alal-khāshi‘īn.

    "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (QS. Al-Baqarah: 45)

    Sabar Dalam Al-Qur'an Tidak Pernah di Gambarkan Sebagai Kelemahan, Justru Sebaliknya, Orang Sabar itu adalah orang-orang Yang Kuat.

    وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ  

    Wa idzā sa'alaka 'ibādī 'annī fa innī qarīb, ujību da'watad-dā'i idzā da'āni falyastajībū lī wal-yu'minū bī la'allahum yarshudūn.

    "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran." (QS. Al-Baqarah: 186)

    Cara Sabar : 
    Curhat Duduk, Diam, Connect To Allah di Me Time - Jangan Ada Gangguan, "Ya Allah Aku Ridho Se Ridho2nya, Rela-Se Rela nya Ya Allah, Ikhlas Se Ikhlas-ikhlasnya menerima sebagai Bagian dari Takdirku sebagai hambamu" Gunakan Bahasa Sendiri, Seperti Curhat.

    Lanjutkan Dengan Aktivasi Husnudzon To Allah, Saya Yakin Allah Mudahkan Datangkan Mengalir Deras Tidak Ada yang Mustahil Bagi Allah, Engkau Maha Penolong Engk

    Cek Al Mulk 15 Yasin 82 Sod 85
     
    Lari Dari Realita Tidak Akan Menyelesaikan Masalahmu, Sebagaimana Nabi Yunus Yang Lari Dari Ummatnya, Sehingga di Telan Ikan Besar. 

    Di Tutup Dengan Laa ilaha illa anta, Subhanaka inni Kuntum Mina Dzalimin

    Setelah itu jangan menyalahkan keluar, lepaskan Semua.

    Cari (RAS di Otak) yang mebuka peluang.
  2. Minta Ampunan Pada Allah : Karena Hutang Itu Adalah Dosa

    Nuh Ayat 10-12



    barangsiapa yang melazimkan beristighar minta ampun maka akan, maka Allah akan berikan keberlimpahan ... hadits bukhari...

    Solusi PASTI Datang Setelah Kita Minta Ampun... PASTI.... jika Setelahnya Tetap tidak ada SOLUSI, PASTI kita Yang Salah, Bukan Allah yang Salah...

    Taubat 3 Level.. atau Taubatan Nasuha... 

    Detok Diri Dengan Taubat (Cek Screenshoot)

    Level 1 : Istigfar - Tujuannya Ngaku dan Sadar, Halaman 3 - 

    qof 16 

    وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِۦ نَفْسُهُۥ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ ٱلْوَرِيدِ 
    Wa laqad khalaqnal-insāna wa na‘lamu mā tuwaswisu bihī nafsuh(ū), wa naḥnu aqrabu ilaihi min ḥablil-warīd.

    Terjemahan

    "Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (QS. Qaf: 16)


    barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik... hadits...

    Level 2 ; Shalat, Naikkan Level Shalat
    Posisi Pertama Setiap Sujud
    Posisi Kedua, Setelah Tasyahud Akhir Sebelum Salam

    Cara Pakainya ?

    Berikut adalah bacaan yang paling umum beserta artinya:

    1. Bacaan yang Paling Umum

    Ini adalah bacaan yang biasanya diajarkan sejak bangku sekolah:

    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ 
    (Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdihi)

    Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dengan segala puji bagi-Nya."

    2. Bacaan Menurut Riwayat Lain

    Selain bacaan di atas, terdapat variasi lain yang juga sering dibaca oleh Rasulullah SAW:

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي 
    (Subhaanaka allaahumma rabbanaa wa bihamdika allaahummaghfirlii)

    Artinya: "Maha Suci Engkau, ya Allah, Tuhan kami. Segala puji bagi-Mu, ya Allah, ampunilah dosa-dosaku."

    3. Bacaan untuk Kekhusyukan (Tasbih Malaikat)

    Bacaan ini sering dibaca untuk memperdalam rasa khusyuk:

    سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ 
    (Subbuuhun qudduusun rabbul malaa-ikati war ruuh)

    Artinya: "Maha Suci, Maha Kudus, Tuhan para malaikat dan Jibril."


    Fahami Al-Fatihah 2 Arah, 

    Dalil 1 : Hadist Riwayat Muslim, 

    Jawaban Allah Dari Bacaan Alfatihah




    Dalil 2 : Allah membagi Bacaan Algfatihah menjadi 2, Setengah Untuk Allah, Setengah Untuk Hamba


    Makna Shalat, Shalat adalah Do'a, Shalat adalah Shalawat yang Artinya Koneksi, hubungan, akses. 




10 Artikel Terpopuler di BLOG Nandar