Showing posts with label Masjid. Show all posts
Showing posts with label Masjid. Show all posts

Blok jaulah & Silaturrahim Baital Faizin Lempangan

Berikut Blok Dan Rute Jaulah Desa Botolempangan, Masjid Baital Faizin.

Gambar 1 : Rute Timur

Gambar 2 : Rute Barat

Gambar 3 : Rute Selatan

Gambar 4 : Rute Timur (2)

 Gambar 5 : Rute Timur (1)

Gambar 6 : Rute Utara

Rumah Yang Dekat dengan Masjid Bisa di buat Silturahiim / jaulah umum, sedangkan Rumah Yang Jauh dari masjid, Bisa di Lakukan Silaturahiim Khusus.

Data ini akan di update Setiap Saat, Cek Juga Data Lainnya, CLICK DISINI

Shalat Dalam Genangan Air

Photo ini diambil disalah satu masjid di perancis. Jamaah Tetap Melaksanakan Shalat Secara Khusyuk, Meskipun Dalam Genangan Air yang membanjiri lantai masjid. Masha Allah, Semoga Allah Membukakan Pintu Surga Untuk mereka para da'i yang mentablighkan Islam Keseluruh Alam dan menjadi asbab turunnya hidayah dikampung seluruh alam.



CLICK TOMBOL LIKE DIBAWAH

Nisab Pertamaku

Ini adalah nisab pertamaku setelah mengenal usaha nubuwwah, betapa Indahnya keluar kejalan Allah, sesuatu yang banyak orang katakan sebagai perbuatan sia-sia, Aku tidak perduli, karena aku merasa, itikaf di masjid menunggu waktu shalat yang satu hingga waktu shalat berikutnya, yang diantara waktu shalat itu kita manfaatkan untuk berdzikir, memperbanyak Shalat sunnat, Mudzakarah Ilmu Islam, dan memperbanyak bacaan AlQuran bukanlah perbuatan sia-sia.

Amalan-amalan seperti shalat Isra', Shalat Dhuha, dan Shalat Tahajjudku Sangat terjaga saat keluar kejalan Allah. Adapun perkataan miring seseorang yang tidak ingin ikut mengorbankan diri, waktu dan harta mereka di jalan Allah, aku hanya menganggapnya sebagai tarbiyah dalam usahaku berishlah Diri.

Semoga Allah SWT menganugerahkan juga Hidayah kepada mereka yang menentang Usaha ini, agar mereka mengenal dan menyadari bahwa prasangka mereka adalah salah, dan hati mereka Allah gerakkan untuk mau mentablighkan agama Islam, dan mengajak saudara muslim yang ber KTP Islam, untuk sama-sama taat sebenar-benarnya Pada Allah SWT, & menghidupkan Sunnah Nabi, untuk mendapatkan kejayaan, kebahagiaan, dan kesuksesan yang telah menjadi ketetapan Allah SWT, yang hanya diletakkan dalam amal agama yang sempurna.

Sent From My NOKIA N8

Telat Shalat Subuh

Rasanya Seperti dapat Tamparan Pagi-pagi Saat Kulihat Jam di Ponselku Sudah Pukul 05:04 Pagi, Bisa-bisanya Aku Telat Bangun Untuk Shalat Subuh... Padahal Alarm Sudah di Set Permanent Setiap Hari, 15 Menit Sebelum Adzan Subuh... Tidur Juga Jam 11 Malam, Biasanya Biar Tidur Jam 1 Pagi Juga Tetap Bisa Bangun....

Arrgghh..... Rasanya Tidak Enak Sekali... Ada Rasa Kecewa Yang di Blender Jadi Satu Dengan Rasa Ngantuk, sedih dan Menyesal. Bagi Pembaca ini Mungkin LEBAY.... Tapi Menurutku ini adalah Harus.

Sejak Memutuskan Untuk Berhenti di Kantor Tempatku memperoleh pengalaman kerja selama lebih dari Tujuh Tahun, Aku Berjanji Akan tetap Melaksanakan Shalat Fardhu di Masjid, dimanapun aku berada, karena aku tahu keutamaan shalat berjamaah.

Ya Allah... Ampuni Hamba, Hamba Tidak Bermaksud Meninggalkan Shalat Berjamaah di Masjid... Sungguh Ya Allah... dan Jangan Salahkan Istri Hamba Yang Tidak Membangunkan.

Dia Terlihat Begitu Takut Menjawab Saat Aku Tanyakan Kenapa Tidak Membangunkanku.... Dia Hanya Menjawab... "Kamu Pulas Sekali Ka', Lagian Semalam Kamu Bangun-bangun Terus Bantuin Aku Ngurus Anak-anak yang rewel, aku tahu kamu cape' makanya kubiarkan Alarmmu saja yang membangunkan, Tapi Ternyata Kamu Tidak Bangun"

Semoga ini yang terakhir kalinya Aku Telat Shalat Subuh

.

Shalat Tahiyatul Masjid

Shalat tahiyatul masjid bukanlah shalat sunnah yang berdiri sendiri, Yang dimaksud dengan Tahiyatul masjid adalah shalat dua rakaat sebelum duduk di dalam masjid. Karenanya, shalat sunnah wudhu, shalat sunnah rawatib, bahkan shalat wajib, semuanya merupakan tahiyatul masjid jika dikerjakan sebelum duduk.

Suatu hal yang keliru jika tahiyatul masjid diniatkan tersendiri, karena pada hakikatnya tidak ada dalam hadits ada shalat yang namanya ‘tahiyatul masjid’, akan tetapi ini hanyalah penamaan ulama untuk shalat 2 rakaat sebelum duduk. jika seseorang masuk masjid setelah adzan lalu shalat qabliah atau sunnah wudhu, maka itulah tahiyatul masjid baginya.

Tahiyatul masjid disyariatkan pada setiap waktu seseorang masuk masjid dan ingin duduk di dalamnya. Termasuk di dalamnya waktu-waktu yang terlarang untuk shalat. Di Riwayatkan Oleh Asy-Syafi’i dan selainnya, dan yang dikuatkan oleh Ibnu Taimiah, Asy-Syaikh Ibnu Baz, dan Ibnu Al-Utsaimin -rahimahumullah-.

Semoga Informasi ini Bermanfaat. Jika Ada Pertanyaan, Silakan Tinggalkan Komentar.

Sejuknya Suasana Hatiku

Setelah Membaca Postingan Sebelumnya, Banyak di Antara Sahabat-sahabatku yang jauh disana berkomentar, ada yang via SMS, via Telepon, Via BBM, dan Bahkan Mengirim Komentar Lewat facebook Message dan Email Untuk Mereka yang menjadi Subscriber Catatanku ini. Terima Kasih Untuk Atensi dan Apresiasinya.

Mereka Mengatakan Pada Saya, Kenapa Sih Kamu Mau saja di perlakukan seperti itu, di fitnah & di khianati ? Saya Hanya Tersenyum Sambil Menjawab. Saya Kan Sudah Balas Dendam.

dan Sekarang Saya Sudah Lebih Baik... Melupakan Perbuatan Orang Yang Tidak Berkenan di hati memang sulit, Namun Setelah Kita Mampu Memaafkan dan Mengikhlaskannya, percayalah... Kita Akan Berada pada posisi yang jauh lebih Indah dari Tepi Pantai Terindah di Manapun.

Selain Bekerja Online di Rumah, Saya Juga Lebih Aktif Melakukan Aktifitas Lain di Luar Rumah, Mengunjungi Sebuah Bangunan Yang Menjadi Tempatku untuk mengadu dan mencurahkan Isi Hatiku... itulah Masjid Ji'Rana, Masjid Yang Ada Dalam Kompleks perumahan yang Jaraknya Tidak Begitu Jauh Dari Rumahku.

Kumohonkan Ampun Atas Semua Dosa-dosaku dan kumohonkan agar aku mampu memaafkan dan mengikhlaskan Semua Perbuatan orang-orang terdekatku yang telah berkhianat padaku.

Sudahlah... Dendam Tidak Akan Membuat Kita Tentram, Amarah Takkan membuat kita Bahagia. dan Wudhu adalah Air Yang Mensucikanku dari dendam dan Amarah yang Juga Menjadi Rahasia Sejuknya Suasana Hatiku.

Hadapi Hari Anda Dengan Bahagia... Buang Jauh-jauh fikiran Negatif, berfikir dan bertindaklah positif, bersabar dan ikhlaslah, Meskipun Itu Sulit.

Terima kasih Telah Berkunjung dan Membaca, #4u #4me #4us

Keutamaan Shalat Berjamaah

Dalam sebuah hadist Rasulullah S.A.W. bersabda "Shalat Jamaah lebih utama dua puluh tujuh kali dibanding shalat sendiri" (H.R. Bukhari Muslim dll.). Dalam riwayat lain dikatakan lebih utama dua puluh lima kali dibanding shalat fardlu. Dalam sebuah hadist juga Rasulullah bersabda "Karuniailah mereka yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan sinar yang sempurna di hari kiamat" (H.R. Abu Dawud & Trimidzi).

Dalam riwayat Utsman Rasulullah S.A.W. bersabda "Barang siapa shalat Isya' dengan berjamaah, maka ia seperti mendirikan shalat selama setengah malam, barangsiapa shalat Subuh berjamaah, maka ia laksana shalat semalam suntuk" (H.R. Muslim dll.)

Hukum shalat Jamaah menurut mazhab Syafi'i : Fardlu kifayah, yaitu apabila tidak ada seorang pun yang mendirikan jamaah dalam satu kampung, maka seluruh kampung mendapatakn dosa.
Mazhab Hanbali bahkan mengatakan shalat jamaah adalah fardlu ain, wajib bagi setiap muslim, karena kuat dan banyaknya dalil yang memerintahkan shalat jamaah.

Mazhab Hanafi dan Maliki mengatakan shalat jamaah selain shalat jum'ah hukumnya sunnah mu'akkadah. Memang, utamanya shalat fardlu dilakukan secara berjamaah di masjid.

Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda "Wahai umatku, shalatlah di rumah-rumah kalian, karena yang paling utama shalat seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat fardlu" (H.R. Bukhari Muslim).

Mereka yang menemukan takbiratul ihram bersama imam dalam shalat fardlu sangat besar pahalanya, seperti dalam sebuah hadist dikatakan "Barang siapa mendirikan shalat selama 40 hari dengan berjamaah, dengan mendapatkan takbiratul ihram bersama imam, maka ia akan dibebaskan dari dua perkara, yaitu dari neraka dan dari kemunafikan" (H.R. Tirmidzi).

Semakin banyak jumlah peserta jamaah, semakin utama pula pahala jamaah, sebagaimana sebuah hadist menjelaskan "Shalat seseorang bersama seorang lebih utama dari shalat sendiri, dan shalat bersama dua orang lebih utama dari shalat bersama seorang, semakin banyak mereka berjamaah semakin dicintai Allah" (H.R. Ahmad, Abu Dawud).

Tentu shalat jamaah di masjid lebih banyak jamaahnya dibandingkan dengan di rumah. Hanya saja kalau repot, shalat berjamaah di rumah juga tetap sah, apalagi dengan tujuan agar isteri bisa ikut berjamaah. Bila suasana longgar dan tidak merepotkan, Bapak bisa bersama-sama isteri ke masjid ikut berjamaah. Sebaliknya bila kondisi tidak mendukung Kita cukup berjamaah di rumah, pahalanya, insya Allah sama, 27 kali lebih utama dibanding shalat sendiri, hanya beda kualitasnya.

Insya Allah dengan begitu Kita juga akan merasakan dua kenikmatan sekaligus, yaitu kenikmatan merasakan masjid sebagai rumah Kita dan kenikmatan merasakan rumah Kita sebagai Masjid.

Subhanallah.... Ayo Kita Shalat Berjamaah....

Masjid Almarkaz Al Islami Maros



Hari Raya Idul Qurban / Idul Adha Di Pelataran Parkir Masjid Almarkaz Al Islami Maros Tetap Berlangsung, Kendati Sebagian Pelataran Parkir Tergenang Air dengan Cuaca Yang Agak Mendung. Tidak Menyurutkan Semangat Masyarakat Kota Maros untuk Melaksanakan Shalat Sunnat berjamaah Idul Adha di Masjid ini.


Jamaah Yang Melaksanakan Shalat Idul Adha di Masjid ini Bukan hanya Masyarakat Kota Maros dan Sekitarnya, Bahkan Ada Dari beberapa Kota di Luar Maros Seperti Warga Pangkep, Mandai, dan Makassar.


Jamaah Idul Adha Memadati Pelataran Parkir Masjid Almarkaz Al Islami, Sampai Kejalan raya di depan kantor bupati maros. disepanjang Jalan Didepan Pertamina ( Patung Kuda ) Sampai Kedepan Kantor Pelayanan Pajak Bola Sima Maros pun di Manfaatkan Para Jamaah untuk Menggelar Sajadah / Tikar dengan Beralaskan Koran.


Mungkin Perlu Menjadi Perhatian untuk Kesadaran Masyarakat Kota Maros atau Pengguna Jalan Yang Memanfaatkan Media Koran Sebagai Alas Sajadah, untuk membersihkan Koran-koran bekas pakai dan membuangnya pada tempat-tempat yang disediakan Panitia Penyelenggara Idul Adha.


Hal ini Terjadi Setiap Tahunnya, Setiap Perayaan Hari Raya Idul Fitri Maupun Idul Adha, Padahal Sebelumnya, Panitia Telah Menghimbau Kepada Para Pengguna Koran Bekas Untuk Alas, Agar Melipat Kembali Koran Yang Telah di Pakai demi Menjaga Kebersihan Kota Maros.


Tapi Kenyataannya... Koran-koran Bekas Tetap Bertebaran di mana-mana, selepas Pelaksanaan Shalat Id.


Saya ISKANDAR DORMAN dan Team SOLUSIUMRAH[dot]COM Mengucapkan, Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 H.


10 Artikel Terpopuler di BLOG Nandar