Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

Cara Gampang Hafal Al-Qur'an

Berikut ini adalah beberapa Rekomendasi Alqur'an Yang Bikin Kita Mudah Menghafal-nya

1. Al-Qur'an Per Juz Rekoemndasi Ustadz Dennis

 

2. Al-Qur'an Hafalan Bersuara

 

3.  Al-Qur'an Kids Custom Nama


 

 

Makanan kaya protein, serat, dan nutrisi yang penting dikonsumsi saat berpuasa

Ketika berpuasa, tubuh kita tidak mendapatkan asupan makanan dan cairan selama beberapa jam dalam sehari. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan protein, serat, dan nutrisi saat berbuka dan sahur agar tubuh mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari termasuk dalam menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan sel dalam tubuh, termasuk otot dan jaringan tubuh lainnya. Selain itu, protein juga dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan yang kaya akan protein saat berpuasa sangat penting untuk menjaga kesehatan dan energi tubuh.

Serat juga sangat penting untuk dikonsumsi saat berpuasa karena dapat membantu menjaga pencernaan dan mencegah sembelit. Selain itu, serat juga dapat membantu menjaga keseimbangan gula darah dan menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Beberapa sumber makanan yang kaya akan serat antara lain sayuran hijau, buah-buahan, dan biji-bijian.

Terakhir, nutrisi seperti vitamin dan mineral juga sangat penting untuk dikonsumsi saat berpuasa karena dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Vitamin dan mineral dapat membantu meningkatkan energi, mengoptimalkan fungsi sistem saraf dan otak, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa sumber makanan yang kaya akan vitamin dan mineral antara lain sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan protein, serat, dan nutrisi saat berpuasa, kita dapat membantu tubuh tetap sehat dan bugar serta menjalankan aktivitas sehari-hari termasuk dalam menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Berikut adalah beberapa contoh makanan yang kaya akan protein, serat, dan nutrisi yang penting dikonsumsi saat berpuasa:

  1. Kacang-kacangan: Kacang-kacangan seperti almond, kacang hijau, kacang merah, dan kacang kedelai mengandung banyak protein, serat, vitamin, dan mineral yang dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan energi.

  2. Telur: Telur mengandung protein, vitamin B kompleks, dan mineral seperti seng dan besi, sehingga dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan energi.

  3. Daging tanpa lemak: Daging tanpa lemak seperti daging ayam atau ikan kaya akan protein dan omega-3 yang dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan energi.

  4. Sayuran hijau: Sayuran hijau seperti brokoli, bayam, dan kangkung kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang penting untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan energi.

  5. Buah-buahan: Buah-buahan seperti apel, pisang, dan jeruk kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan energi.

  6. Yogurt: Yogurt kaya akan protein, kalsium, dan vitamin B12 yang dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan energi.

  7. Oatmeal: Oatmeal mengandung banyak serat, protein, dan vitamin B kompleks yang dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan energi.

  8. Biji-bijian: Biji-bijian seperti beras merah, quinoa, dan barley kaya akan serat, protein, dan vitamin yang dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan energi.

Mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi ini dapat membantu tubuh tetap bugar dan menjalankan aktivitas sehari-hari termasuk dalam menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Source : chat GPT / 2023-03-20

Pandangan Islam Tentang Valentine - Arti & Sejarah


Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui simbol-simbol atau  iklan-iklan tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan  dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televis; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.

Partisipasi Islam dalam Perayaan Natal

Sebelumnya Saya Ucapkan Terima Kasih Untuk Saudaraku "LUQMAN" Atas Rangkuman-nya, Semoga ini membawa Banyak Manfaat Untuk Hamba ALLAH SWT.
Mengapa Kita (Pemeluk Agama Islam) tidak diperbolehkan berpartisipasi dalam perayaan Natal, Mari kita simak argumentasi-argumentasi berikut ini:

1. Perbuatan demikian termasuk tasyabbuh (menyerupai) mereka.
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum (komunitas tertentu), maka dia termasuk bagian dari kaum (komuntias) tersebut.” (HR. Abu Dawud).
Hadis ini merupakan ancaman yang berbahaya. Abdullah bin Amr bin ‘Ash mengatakan, “Barangsiapa yang tinggal di negeri orang-orang musyrikin, bertingkah polah seperti orang-orang di negeri tersebut sampai ia meninggal, maka ia akan dibangkitkan bersama orang-orang negeri tersebut pada hari kiamat.”

2. Berpartisipasi dalam acara tersebut adalah wujud berkasih sayang dan mencintai (akidah) mereka.
Allah berfirman, “Janganlah kalian jadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman-teman setia.” Allah juga berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu…”

3. Hari raya adalah permasalahan agama dan akidah bukan permasalahan adat atau aktivitas keduniaan, sebagaimana yang dijelaskan hadis, “Setiap kaum memiliki hari raya dan ini hari raya kita.” Hari raya mereka adalah ekspresi dari keyakinan mereka yang syirik, kufur lagi rusak.

4. Firman Allah Ta’ala, “Orang-orang yang tidak bersumpah palsu…” ayat ini ditafsirkan oleh para ulama sebagai hari raya kaum musyrikin, tidak diperkenankan memberi mereka hadiah kartu Natal atau menjual kartu tersebut, demikian juga seluruh perkara yang bisa memeriahkan hari raya tersebut. Seperti lampu natal, pohon cemara, dan makanan-makanan yang menjadi penyemarak acara tersebut.

Sebagai Catatan,Statment diatas bukan untuk menyuluk pertikaian, permusuhan dan m'jauhi toleransi antar beragama namun hanya sekedar patokan untuk membentengi Aqidah seorang Muslim, Agar bisa memahami dan membedakan arti toleransi yang sebenarNya. Allah b'firman : "lakum dinukum waliyadini" bagiMu AgamaMu dan bagiku AgamaKu (Qs. Al Kafirun) .
Semoga Bermanfaat buat kita semua...wallahu wa'lam bissawab ^_^
Mohon Maaf Bila Ada Kekurangan dan Kesalahan Dalam Penulisan, Maklum Saja, Penulis Hanya Manusia Biasa yang Jauh Dari Kesempurnaan, Karena Seperti Yang Kita Ketahui, Kesempurnaan Adalah Milik ALLAH SWT. Kritik dan Saran Akan Sangat Membantu Untuk Pengembangan Blog ini, Silakan Tinggalkan Komentar.

Manfaat Mandi Pagi Bagi Kesehatan

Mandi adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dengan mandi kita dapat membersihkan kotoran dan bakteri serta kuman yang ada di bagian luar tubuh kita. Dari segi Agama terutama Islam, terdapat mandi khusus yang disebut juga dengan sebutan mandi besar yang tujuan dan fungsinya untuk bersuci diri dari hadas atau najis besar. Selain hal itu, mandi juga dapat membuat tubuh lebih segar dan sehat, terbukti dengan mandi seseorang dapat menjadi lebih segar dan sehat untuk berpikir serta menjalani aktivitas sehari-hari. Mandi juga dapat menghilangkan bau tubuh yang didapat dari keringat setelah melakukan aktivitas. Untuk itulah diperlukan mandi yang sebaiknya dilakukan 2 kali sehari setiap pagi dan sore.

Banyak manfaat yang dirasakan setelah mandi, misalnya saja setelah mandi pagi. Mandi pagi dilakukan pada pagi hari setelah kita bangun tidur dan sebelum melakukan kegiatan rutin kita seperti sekolah, ke kantor, mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan lain sebagainya. Umumnya mandi pagi dilakukan antara pukul 6-9 pagi. Mandi pagi akan membuat tubuh kita sehat & wangi, sementara otak kita akan refresh dan terasa segar kembali untuk melakukan rutinitas harian kita.

Memperbaiki kesehatan terutama jaringan – jaringan pada tubuh adalah salah satu manfaat dari mandi pada saat pagi hari. Dan sebaiknya mandi pagi dengan menggunakan air dingin karena diketahui mandi pagi dengan menggunakan air dingin juga dapat membuat pikiran menjadi santai dan tidak terlalu tegang serta dapat menurunkan depresi.
Selain itu mandi pagi terutama menggunakan air dingin sambil berkeramas juga memiliki manfaat untuk rambut, yaitu salah satunya adalah mengurangi rambut rontok, karena diketahui dengan melakukan keramas menggunakan air dingin dapat menutupi kutikula rambut yang menjadi salah satu penyebab dari kerontokan tersebut.

Manfaat mandi pagi adalah juga untuk melancarkan peredaran darah sebelum melakukan kegiatan dan aktivitas sehari–hari. Tentu saja sangat disarankan jika mandi pada pagi hari tersebut dengan menggunakan air dingin. Dengan mandi pagi menggunakan air dingin, sirkulasi darah pun dapat bekerja dengan lancar yang berfungsi untuk mencegah mengerasnya pembuluh darah yang diketahui sebagai penyebab dari Hipertensi / darah tinggi. Sel – sel darah putih pun dapat meningkat dan ini berfungsi sebagai sistem imun / daya tahan tubuh dalam melawan virus yang akan masuk ke dalam tubuh.

Latar Belakang Jamaah Tabligh

Berdirinya Jamaah Tabligh berawal dari kekecewaan Maulana Ilyas pada fenomena yang terjadi pada orang-orang Meo di Mewat . Maulana Ilyas melihat orang Meo hanya menjadi muslim sebagai identitas belaka atau di Indonesia disebut dengan istilah "Islam KTP". Mereka buta sama sekali dengan ajaran Islam yang benar dan ritual-ritual Islam yang sesuai dengan ajaran yang dibawa Nabi Muhammad s.a.w. Mereka tidak berpuasa, tidak sholat, bahkan untuk sekedar mengucapkan dua kalimat syahadat saja pun mereka tidak bisa.

Mereka memakai nama-nama yang biasa dipakai oleh orang Hindu, seperti Ram, Krishna, yang kebanyakan diambil dari nama-nama dewa Hindu. Mereka merayakan festival dan hari-hari besar agama Hindu. Kelahiran, pernikahan dan kematian selalu diikuti dengan ritual-ritual yang biasa dilakukan oleh umat Hindu. Bahkan dari mereka ada yang menaruh patung-patung dewa Hindu di rumah-rumah mereka untuk disembah. Maulana Ilyas melihat bahwa hal ini bukan disebabkan oleh kecintaan mereka pada ajaran Hindu atau kebencian mereka terhadap ajaran Islam, melainkan karena ketidaktahuan mereka tentang ajaran Islam yang benar.

Keadaan ini apabila dibiarkan akan berbahaya bagi perkembangan agama Islam di Mewat. Keadaan ini akan membuka kemungkinan bagi orang-orang Meo untuk – perlahan tapi pasti – kembali memeluk agama asal mereka, yaitu Hindu. Banyak kasus yang ditemukan bahwa orang Meo kembali memeluk Hindu ketika kekuatan politik Islam melemah di daerah tersebut. Selain disebabkan oleh minimnya pengetahuan tentang ajaran Islam itu sendiri, mereka kembali memeluk agama Hindu karena adanya usaha dari kelompok Hindu yang melancarkan gerakan proselityze Hindu yang agresif, seperti gerakan Shuddhi dan Sangathan yang melancarkan usaha masive pada awal abad 20 untuk mengembalikan orang Hindu yang sudah masuk Islam ke agama asalnya, Hindu. Maulana Ilyas sadar bahwa hal ini terjadi karena karena kurangnya pendidikan tentang ajaran Islam di masyarakat. Beliau percaya bahwa hanya gerakan Islam grassroot lah yang bisa mengantisipasi keadaan yang sudah terlanjur parah ini.

Usaha awal yang dilakukan Maulana Ilyas untuk menyediakan pendidikan bagi masyarakat Mewat adalah mendirikan sekolah agama berbasis jaringan mesjid. Targetnya adalah untuk mendidik umat muslim di Mewat tentang akidah Islam dan praktek ritual yang benar menurut agama Islam. Setelah berjalan beberapa waktu beliau menyaksikan bahwa institusi pendidikan seperti itu hanya menghasilkan orang yang mengerti agama saja, bukan pendakwah.

Maka akhirnya beliau memutuskan untuk mencurahkan seluruh perhatiannya secara total untuk membuat sebuah gerakan dakwah. Beliau berhenti mengajar di Madrasah Mazahirul Ulum di Saharanpur dan pindah ke Nizamuddin untuk memulai kegiatan misionarisnya. Pesannya singkat, "Ai Musalmano, musalman bano!" "Wahai orang-orang Islam, jadilah muslim (yang sebenarnya)!".

Usaha dakwah yang dimulai oleh Maulana Ilyas di Mewat ini menggunakan cara yang cukup sederhana, yaitu dengan mengorganisir sebuah kelompok kecil yang terdiri dari sedikitnya 10 orang, lalu mengirim mereka ke kampung-kampung.

Kelompok (jamaah) ini akan mengunjungi masyarakat secara langsung untuk bersilaturrahmi sekaligus mengajak orang-orang di kampung tersebut untuk melakukan sholat berjamaah di mesjid lalu mendengarkan bayan . Bayan yang disampaikan pada intinya adalah sama, yaitu mengenai kepentingan Iman dan amal shaleh.

Artikel Terkait Lainnya : 



Saya Ingin Menjadi Jamaah Tabligh

Terkadang Saya Merasa Risih Ketika Harus Bertemu dengan Keluarga Besar Saya yang Rata-Rata di Antara Mereka, Sepupu dan Om Saya Adalah Karkun / Jamaah Tabligh. Saya Tahu Bahwa Apa Yang Mereka Lakukan Adalah Semata-Mata Untuk Kebaikan di Jalan Allah SWT, Kendatipun Mereka Kerap di Curigai Sebagai Misionaris Muslim yang Notabene Komplotan TERORIS... Astaghfirullah... Saya Percaya Mereka Tidak Seperti itu. Mereka Sama Saja Dengan Muslim Pada Umumnya, hanya Saja Mereka Lebih Mendalami Ajaran Islam.

Saya Juga Terkadang ingin Mencoba Menjejaki langkah Mereka, Tapi Tuntutan Dunia Begitu Keras Terhadap Saya, Aktivitas dan Rutinitas Yang Wajib Saya lakukan Tetap Harus Berjalan. dan inilah salah satu Hal yang Membuat Saya Merasa Harus Hengkang Dari Tempat Kerja Saya. Saya Ingin Menyeimbangkan Antara Kebutuhan Dunia dan Akhirat, dan Saya Yakin Sepenuhnya Bahwa Rezeky ( Materi ) Bisa didapatkan dimana Saja, sepanjang Kita Mau Berusaha.

Saya Tertarik Untuk Mengetahui Seluk Beluk Para karkun atau Jamaah Tabligh, dan Saya Mendapatkannya dari Sebuah Blog Yang Mungkin Juga Adalah Jamaah Tabligh.

Jika Anda Tertarik Mengetahui Tentang Jamaah Tabligh, Silakan Baca Selengkapnya, CLICK DISINI >>>


 

Keutamaan Shalat Berjamaah

Dalam sebuah hadist Rasulullah S.A.W. bersabda "Shalat Jamaah lebih utama dua puluh tujuh kali dibanding shalat sendiri" (H.R. Bukhari Muslim dll.). Dalam riwayat lain dikatakan lebih utama dua puluh lima kali dibanding shalat fardlu. Dalam sebuah hadist juga Rasulullah bersabda "Karuniailah mereka yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan sinar yang sempurna di hari kiamat" (H.R. Abu Dawud & Trimidzi).

Dalam riwayat Utsman Rasulullah S.A.W. bersabda "Barang siapa shalat Isya' dengan berjamaah, maka ia seperti mendirikan shalat selama setengah malam, barangsiapa shalat Subuh berjamaah, maka ia laksana shalat semalam suntuk" (H.R. Muslim dll.)

Hukum shalat Jamaah menurut mazhab Syafi'i : Fardlu kifayah, yaitu apabila tidak ada seorang pun yang mendirikan jamaah dalam satu kampung, maka seluruh kampung mendapatakn dosa.
Mazhab Hanbali bahkan mengatakan shalat jamaah adalah fardlu ain, wajib bagi setiap muslim, karena kuat dan banyaknya dalil yang memerintahkan shalat jamaah.

Mazhab Hanafi dan Maliki mengatakan shalat jamaah selain shalat jum'ah hukumnya sunnah mu'akkadah. Memang, utamanya shalat fardlu dilakukan secara berjamaah di masjid.

Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda "Wahai umatku, shalatlah di rumah-rumah kalian, karena yang paling utama shalat seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat fardlu" (H.R. Bukhari Muslim).

Mereka yang menemukan takbiratul ihram bersama imam dalam shalat fardlu sangat besar pahalanya, seperti dalam sebuah hadist dikatakan "Barang siapa mendirikan shalat selama 40 hari dengan berjamaah, dengan mendapatkan takbiratul ihram bersama imam, maka ia akan dibebaskan dari dua perkara, yaitu dari neraka dan dari kemunafikan" (H.R. Tirmidzi).

Semakin banyak jumlah peserta jamaah, semakin utama pula pahala jamaah, sebagaimana sebuah hadist menjelaskan "Shalat seseorang bersama seorang lebih utama dari shalat sendiri, dan shalat bersama dua orang lebih utama dari shalat bersama seorang, semakin banyak mereka berjamaah semakin dicintai Allah" (H.R. Ahmad, Abu Dawud).

Tentu shalat jamaah di masjid lebih banyak jamaahnya dibandingkan dengan di rumah. Hanya saja kalau repot, shalat berjamaah di rumah juga tetap sah, apalagi dengan tujuan agar isteri bisa ikut berjamaah. Bila suasana longgar dan tidak merepotkan, Bapak bisa bersama-sama isteri ke masjid ikut berjamaah. Sebaliknya bila kondisi tidak mendukung Kita cukup berjamaah di rumah, pahalanya, insya Allah sama, 27 kali lebih utama dibanding shalat sendiri, hanya beda kualitasnya.

Insya Allah dengan begitu Kita juga akan merasakan dua kenikmatan sekaligus, yaitu kenikmatan merasakan masjid sebagai rumah Kita dan kenikmatan merasakan rumah Kita sebagai Masjid.

Subhanallah.... Ayo Kita Shalat Berjamaah....

Hukum Bisnis Online Menurut Agama Islam

Nandarsnote - Halalkah Bisnis Online Itu ?

Sebagai Pekerja Online di Internet dan Seorang Yang Beagama Islam Saya Memandang Perlu Untuk Mengedepankan Prinsip Halal dalam Setiap Transaksi Saya.

Pada Umumnya Bisnis Online Itu Ada Yang Berbentuk Multilevel Marketing ( MLM ) – Affiliate Merketing ( Sistem Pemasaran Afiliasi / Waralaba ) – Perdagangan Mata Uang ( Seperti Forex Trading Online ) – dan Arisan Berantai ( Money Game ). Jenis-Jenis Bisnis Online Bisa Anda Lihat Pada www.anekabisnisonline.webs.com

Untuk Itu Saya Mencoba Menjelajahi Beberapa Website Blog Sahabat dan Saya menemukan kesimpulan beberapa informasi yang cukup bermanfaat untuk di ketahui. Silakan Terus Membaca Jika Anda Ingin Tahu.

Bisnis atau Transaksi Yang dilakukan Secara Online dapat dikatakan tidak halal apabila Bisnis Online itu mengandung Unsur :
-    Riba (Transaksi Keuangan Berbasis Bunga); Dari Abdullah bin Mas’ud RA. berkata, “Rasulullah SAW bersabda: “Riba itu memiliki tujuh puluh tiga pintu. yang paling ringan adalah semacam dosa seseorang yang berzina dengan ibunya sendiri” (HR. Ahmad 15/69/230, lihat Shahihul Jami 3375)

-    Gharar (Kontrak yang tidak Lengkap dan Jelas); Dari Abu Hurairah RA. berkata, “Rasulullah SAW melarang jual beli Gharar”. (HR. Muslim)

-    Penipuan (Tadlis/Ghisy); Dari Abu Hurairah RA. berkata, “Rasulullah SAW melewati seseorang yang menjual makanan, maka beliau memasukkan tangannya pada makanan tersebut, ternyata beliau tertipu. Maka beliau bersabda, “Bukan termasuk golongan kami orang yang menipu”. (HR. Muslim 1/99/102, Abu Daud 3435, Ibnu Majah 2224).
-    Perjudian (Maysir atau Transaksi Spekulatif Tinggi yang tidak terkait dengan Produktivitas Riil); Firman Allah Taala:
“Hai orang-orang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib, adalah perbuatan syaithan maka jauhilah.” (Al-Maidah: 90).

-    Produk atau Jasa Yang di Tawarkan Mengandung Hal-hal, atau sesuatu yang di haramkan dalam hukum Islam, atau dapat membahayakan Jiwa. Contoh Hal-hal yang diharamkan adalah Kandungan Minyak Babi / Alkohol Pada Makanan & Minuman dll.

Setelah Membaca Artikel diatas, Apa Kesimpulan Anda ? Silakan Bagikan Informasi ini Kepada Teman Anda Dengan Mengkilk Salah Satu Tombol Berbagi di Bawah ini, Anda Dapat Membagikannya via Email, Facebook, Twitter, Blog atau M+  Terima kasih Atas Kunjungannya… Silakan Telusuri Arsip Blog saya Yang Lain.

Puasa Syawal

Puasa Syawal Adalah Puasa Sunnah yang dapat di lakukan Selama Enam Hari, dimulai sehari Setelah Shalat Idul Fitri, sampai Berakhirnya Bulan Syawal, Dapat Dilakukan Secara Berturut-turut ataupun Tidak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ

“Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, …” (HR. Tirmidzi, hadits ini hasan shohih)

Puasa dalam hadits ini merupakan perisai bagi seorang muslim baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, puasa adalah perisai dari perbuatan-perbuatan maksiat, sedangkan di akhirat nanti adalah perisai dari api neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam hadits Qudsi:

وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, untuk mendapatkan kecintaan Allah ta’ala, maka lakukanlah puasa sunnah setelah melakukan yang wajib. Di antara puasa sunnah yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam anjurkan setelah melakukan puasa wajib ( puasa Ramadhan ) adalah puasa enam hari di bulan Syawal.

Dianjurkan untuk Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Puasa ini mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari sahabat Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)
http://nandarsnote.blogspot.com/2011/09/puasa-syawal.html
Pada hadits ini terdapat dalil tegas tentang dianjurkannya puasa enam hari di bulan Syawal dan pendapat inilah yang dipilih oleh madzhab Syafi’i, Ahmad dan Abu Daud serta yang sependapat dengan mereka. Sedangkan Imam Malik dan Abu Hanifah menyatakan makruh. Namun pendapat mereka ini lemah karena bertentangan dengan hadits yang tegas ini. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56)

Puasa Syawal, Puasa Seperti Setahun Penuh

Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا)

“Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil)

Orang yang melakukan satu kebaikan akan mendapatkan sepuluh kebaikan yang semisal. Puasa ramadhan adalah selama sebulan berarti akan semisal dengan puasa 10 bulan. Puasa syawal adalah enam hari berarti akan semisal dengan 60 hari yang sama dengan 2 bulan. Oleh karena itu, seseorang yang berpuasa ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan syawal akan mendapatkan puasa seperti setahun penuh. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56 dan Syarh Riyadhus Sholihin, 3/465). Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat ini bagi umat Islam.

Apakah Puasa Syawal Harus Berurutan dan Dilakukan di Awal Ramadhan Syawal?

Imam Nawawi dalam Syarh Muslim, 8/56 mengatakan, “Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhal (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut (sehari) setelah shalat ‘Idul Fitri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan.” Oleh karena itu, boleh saja seseorang berpuasa syawal tiga hari setelah Idul Fitri misalnya, baik secara berturut-turut ataupun tidak, karena dalam hal ini ada kelonggaran. Namun, apabila seseorang berpuasa syawal hingga keluar waktu (bulan Syawal) karena bermalas-malasan maka dia tidak akan mendapatkan ganjaran puasa syawal.
http://nandarsnote.blogspot.com/2011/09/puasa-syawal.html
Catatan: Apabila seseorang memiliki udzur (halangan) seperti sakit, dalam keadaan nifas, sebagai musafir, sehingga tidak berpuasa enam hari di bulan syawal, maka boleh orang seperti ini meng-qodho’ (mengganti) puasa syawal tersebut di bulan Dzulqaiddah. Hal ini tidaklah mengapa. (Lihat Syarh Riyadhus Sholihin, 3/466)

Tunaikanlah Qodho’ (Tanggungan) Puasa Terlebih Dahulu

Lebih baik bagi seseorang yang masih memiliki qodho’ puasa Ramadhan untuk menunaikannya daripada melakukan puasa Syawal. Karena tentu saja perkara yang wajib haruslah lebih diutamakan dari pada perkara yang sunnah. Alasan lainnya adalah karena dalam hadits di atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Barang siapa berpuasa Ramadhan.” Jadi apabila puasa Ramadhannya belum sempurna karena masih ada tanggungan puasa, maka tanggungan tersebut harus ditunaikan terlebih dahulu agar mendapatkan pahala semisal puasa setahun penuh.

Apabila seseorang menunaikan puasa Syawal terlebih dahulu dan masih ada tanggungan puasa, maka puasanya dianggap puasa sunnah muthlaq (puasa sunnah biasa) dan tidak mendapatkan ganjaran puasa Syawal karena kita kembali ke perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi, “Barang siapa berpuasa Ramadhan.” (Lihat Syarhul Mumthi’, 3/89, 100)

Catatan: Adapun puasa sunnah selain puasa Syawal, maka boleh seseorang mendahulukannya dari mengqodho’ puasa yang wajib selama masih ada waktu lapang untuk menunaikan puasa sunnah tersebut. Dan puasa sunnahnya tetap sah dan tidak berdosa. Tetapi perlu diingat bahwa menunaikan qodho’ puasa tetap lebih utama daripada melakukan puasa sunnah. Hal inilah yang ditekankan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -semoga Allah merahmati beliau- dalam kitab beliau Syarhul Mumthi’, 3/89 karena seringnya sebagian orang keliru dalam permasalahan ini.

Kita ambil permisalan dengan shalat dzuhur. Waktu shalat tersebut adalah mulai dari matahari bergeser ke barat hingga panjang bayangan seseorang sama dengan tingginya. Kemudian dia shalat di akhir waktu misalnya jam 2 siang karena udzur (halangan). Dalam waktu ini bolehkah dia melakukan shalat sunnah kemudian melakukan shalat wajib? Jawabnya boleh, karena waktu shalatnya masih lapang dan shalat sunnahnya tetap sah dan tidak berdosa. Namun hal ini berbeda dengan puasa syawal karena puasa ini disyaratkan berpuasa ramadhan untuk mendapatkan ganjaran seperti berpuasa setahun penuh. Maka perhatikanlah perbedaan dalam masalah ini!
http://nandarsnote.blogspot.com/2011/09/puasa-syawal.html
Boleh Berniat di Siang Hari dan Boleh Membatalkan Puasa Ketika Melakukan Puasa Sunnah

Permasalahan pertama ini dapat dilihat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk menemui keluarganya lalu menanyakan: “Apakah kalian memiliki sesuatu (yang bisa dimakan, pen)?” Mereka berkata, “tidak” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Kalau begitu sekarang, saya puasa.” Dari hadits ini berarti seseorang boleh berniat di siang hari ketika melakukan puasa sunnah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga terkadang berpuasa sunnah kemudian beliau membatalkannya sebagaimana dikatakan oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anhu dan terdapat dalam kitab An Nasa’i. (Lihat Zadul Ma’ad, 2/79)

Semoga dengan sedikit penjelasan ini dapat mendorong kita melakukan puasa enam hari di bulan Syawal, semoga amalan kita diterima dan bermanfaat pada hari yang tidak bermanfaat harta dan anak kecuali yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.

 

Hutang Dalam Islam

Jangan Sok Punya Uang atau Umur Panjang dan Penghasilan Yang Bisa di jadikan Jaminan untuk melunasi Hutang, Karena Allah Sewaktu-waktu dapat mengambil nyawa kita, lalu bagaimana dengan hutang yang kita tinggalkan di dunia ? Hutang Tetaplah Hutang, Jika Kita Tidak Membayarnya Di Dunia, maka itu akan menjadi hutang Kita Di Akherat.

Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu ’anhu bertutur: “Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu ’alaih wa sallam masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu ’anhu sedang duduk di sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu shalat?”

Ia menjawab: ”Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.”

Beliau bertanya: ”Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?”

Ia menjawab: ”Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ 

Artinya :
”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” 

Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)

Doa ampuh yang diajarkan Nabi sallallahu ’alaih wa sallam kepada Abu Umamah radhiyallahu ’anhu merupakan doa untuk mengatasi Masalah hutang yang berkepanjangan. Di dalam doa tersebut terdapat beberapa permohonan agar Allah ta’aala melindungi seseorang dari beberapa masalah dalam hidupnya. Dan segenap masalah tersebut ternyata sangat berkorelasi dengan keadaan seseorang yang sedang dililit hutang.

Pertama, ”Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih.” Orang yang sedang berhutang biasanya mudah menjadi bingung dan tenggelam dalam kesedihan. Sebab keadaan dirinya yang berhutang itu sangat potensial menjadikannya hidup dalam ketidakpastian alias bingung dan menjadikannya tidak gembira alias bersedih hati.

Kedua, ”Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas.” Biasanya orang yang berhutang akan cenderung menjadi lemah. Dan biasanya orang yang malas dan tidak kreatif dalam menjalani perjuangan hidup cenderung mudah berfikir untuk menacari pinjaman alias berutangketika sedikit saja menghadapi rintangan dalam hidup. Sedangkan orang yang rajin cenderung tidak berfikir untuk berhutang selagi ia masih punya ide solusi selain berhutang dalam hidupnya. Orang rajin bahkan akan menolak bilamana memperoleh tawaran pinjaman uang karena ia anggap itu sebagai suatu beban yang merepotkan.

Ketiga, ”Aku berlindung kepada Engkau dari sifat pengecut dan kikir.” Biasanya orang yang terlilit hutang menjadi orang yang diliputi rasa takut. Ia cenderung menjadi pengecut. Jauh dari sifat pemberani. Mentalnya jatuh dan tidak mudah memiliki kemantapan batin. Dan orang yang berhutang mudah menjadi kikir jauh dari sifat demawan. Bila kotak amal atau sedekah melintas di depannya ia akan membiarkannya berlalu Hal ini karena ia menggunakan logika ”Bagaimana aku bisa bersedekah, sedangkan hutangku saja belum lunas.”

Keempat, ”Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Doa bagian akhir mengandung inti permohonan seorang yang terlilit hutang. Ia serahkan harapannya sepenuhnya kepada Allah ta’aala Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji agar menuntaskan problem hutang yang berkepanjangan membebani hidupnya. Di samping itu ia memohon agar dirinya dilindungi Allah ta’aala dari kesewenang-wenangan manusia. Kesewenangan dimaksud terutama yang bersumber dari fihak yang berpiutang. Sebab tidak jarang ditemukan bahwa pihak yang berpiutang lantas bertindak zalim kepada yang berhutang. Ia merasa telah menanam jasa dengan meminjamkan uang kepada yang berhutang. Lalu ia merasa berhak untuk berbuat sekehendaknya kepada yang berhutang apalagi jika yang berhutang menunjukkan gejala tidak sanggup melunasi hutangnya dengan segera. Itulah sebabnya dunia modern dewasa ini banyak diwarnai oleh berbagai tindak kezaliman. Sebab dalam era dunia modern manusia sangat mudah berhutang.

Dalam kebanyakan transaksi manusia dianjurkan untuk terlibat dalam hutang alias transaksi yang tidak tunai. Sedikit sedikit kredit. Apalagi skema pelunasan hutangnya melibatkan praktek riba yang termasuk dosa besar.

Islam adalah ajaran yang menganjurkan manusia untuk membiasakan diri bertransaksi secara tunai. Ini bukan berarti Islam mengharamkan berhutang. Hanya saja Islam memandang bahwa berhutang merupakan suatu pilihan yang bukan ideal dan utama. Itulah sebabnya ayat terpanjang di dalam Al-Qur’an ialah ayat mengenai berhutang, yaitu surah Al-Baqarah ayat 282. Suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu didatangi anaknya yang hendak meminjam uang. Lalu ia berkata kepadanya ”Nak, aku tidak punya uang.” Lantas anaknya mengusulkan agar ayahnya pinjamkan dari Baitul Maal (Simpanan Kekayaan Negara). Maka Umar-pun menulis memo kepada pemegang kunci Biatul Maal yang isinya: ”Wahai bendahara, tolong keluarkan sekian dinar dari Baitul Maal untuk aku pinjamkan ke anakku. Nanti biar aku cicil dengan potong gajiku tiga bulan ke depan.” Maka memo tersebut dibawa oleh anaknya dan diserahkan kepada bendahara. Tidak berapa lama iapun kembali menemui ayahnya dengan wajah murung. ”Ayah, aku tidak menerima apa-apa dari bendahara kecuali secarik kertas ini untuk disampaikan kepadamu.” Maka Umar menyuruh anaknya membacakan isi memo balasan itu. Isinya ”Wahai Amirul Mu’minin Umar bin Khattab, bagiku sangatlah mudah untuk mengeluarkan sekian dinar dari Baitul Maal untuk engkau pinjam. Namun aku minta syarat terlebih dahulu darimu. Aku minta agar engkau memberi jaminan kepadaku bahwa tiga bulan ke depan Amirul Mu’minin Umar bin Khattab masih hidup di dunia untuk melunasi hutang tersebut.” Maka Umar langsung beristighfar dan menyuruh anaknya pulang...!

Jadi Saudaraku... Sedapat Mungkin Agar Kita Melakukan Transaksi Secara Tunai, Mamah Dede Dalam Acara Mamah dan A'A' Indosiar Berpesan.
"Kalau Punya Duit Belanja, kalau Nggak Punya Duit Diemm"

Artinya, Jangan Sok Punya Uang atau Umur Panjang dan Penghasilan Yang Bisa di jadikan Jaminan untuk melunasi Hutang, Karena Allah Sewaktu-waktu dapat mengambil nyawa kita, lalu bagaimana dengan hutang yang kita tinggalkan di dunia ? Hutang Tetaplah Hutang, Jika Kita Tidak Membayarnya Di Dunia, maka itu akan menjadi hutang Kita i Akherat.

Jangan Tergiur dengan tawaran kartu kredit, jika Tidak Ada jaminan bagi Anda untuk membayarnya.

Semoga Bermanfaat


Jangan Lupa Klik LIKE atau Share Ya....

Doa Shalat Taubat

"Astagfirullahal azhiim al ladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata ‘abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf’an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuraa"

Artinya :
Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, aku mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang hidup terus selalu terjaga. Aku memohon taubat kepada-Nya, selaku taubatnya seorang hamba yang banyak berdosa, yang tidak mempunyai kekuatan untuk berbuat mudharat ataupun manfaat, untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti.
 
Artikel Lainnya :

10 Artikel Terpopuler di BLOG Nandar