Showing posts with label puasa. Show all posts
Showing posts with label puasa. Show all posts

Shalawat dan Do'a Istighfar Jelang Buka Puasa

Salah Satu Ciri Khas Jelang BerBerbuka Puasa di Makassar Sulawesi Selatan adalah Shalawat do'a dan istighfar yang di putar di Radio Republik Indonesia (RRI) Makassar, Sholawat ini sudah puluhan tahun didengarkan oleh masyarakat kota makassar dan sekitarnya, sebelum teknologi semakin canggih.

Siaran RRI Jelang Buka Puasa ini menjadi penanda bahwa Waktu berbuka telah dekat, dan saat itu, baik anak-anak maupun orang dewasa bersiap-siap dengan posisi makanan dan minuman untuk berbuka puasa di hadapannya... 😋😋😋😋

Apakah Kamu Salah Satu di antaranya ???


Doa dan istiqfar sebelum buka puasa RRI Makassar jadul asli

Makanan kaya protein, serat, dan nutrisi yang penting dikonsumsi saat berpuasa

Ketika berpuasa, tubuh kita tidak mendapatkan asupan makanan dan cairan selama beberapa jam dalam sehari. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan protein, serat, dan nutrisi saat berbuka dan sahur agar tubuh mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari termasuk dalam menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan sel dalam tubuh, termasuk otot dan jaringan tubuh lainnya. Selain itu, protein juga dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan yang kaya akan protein saat berpuasa sangat penting untuk menjaga kesehatan dan energi tubuh.

Serat juga sangat penting untuk dikonsumsi saat berpuasa karena dapat membantu menjaga pencernaan dan mencegah sembelit. Selain itu, serat juga dapat membantu menjaga keseimbangan gula darah dan menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Beberapa sumber makanan yang kaya akan serat antara lain sayuran hijau, buah-buahan, dan biji-bijian.

Terakhir, nutrisi seperti vitamin dan mineral juga sangat penting untuk dikonsumsi saat berpuasa karena dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Vitamin dan mineral dapat membantu meningkatkan energi, mengoptimalkan fungsi sistem saraf dan otak, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa sumber makanan yang kaya akan vitamin dan mineral antara lain sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan protein, serat, dan nutrisi saat berpuasa, kita dapat membantu tubuh tetap sehat dan bugar serta menjalankan aktivitas sehari-hari termasuk dalam menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Berikut adalah beberapa contoh makanan yang kaya akan protein, serat, dan nutrisi yang penting dikonsumsi saat berpuasa:

  1. Kacang-kacangan: Kacang-kacangan seperti almond, kacang hijau, kacang merah, dan kacang kedelai mengandung banyak protein, serat, vitamin, dan mineral yang dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan energi.

  2. Telur: Telur mengandung protein, vitamin B kompleks, dan mineral seperti seng dan besi, sehingga dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan energi.

  3. Daging tanpa lemak: Daging tanpa lemak seperti daging ayam atau ikan kaya akan protein dan omega-3 yang dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan energi.

  4. Sayuran hijau: Sayuran hijau seperti brokoli, bayam, dan kangkung kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang penting untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan energi.

  5. Buah-buahan: Buah-buahan seperti apel, pisang, dan jeruk kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan energi.

  6. Yogurt: Yogurt kaya akan protein, kalsium, dan vitamin B12 yang dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan energi.

  7. Oatmeal: Oatmeal mengandung banyak serat, protein, dan vitamin B kompleks yang dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan energi.

  8. Biji-bijian: Biji-bijian seperti beras merah, quinoa, dan barley kaya akan serat, protein, dan vitamin yang dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan energi.

Mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi ini dapat membantu tubuh tetap bugar dan menjalankan aktivitas sehari-hari termasuk dalam menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Source : chat GPT / 2023-03-20

Tips untuk menjaga energi saat berpuasa

Ketika kita berpuasa, tubuh kita tidak mendapatkan asupan nutrisi dan cairan selama beberapa jam dalam sehari. Oleh karena itu, menjaga energi saat berpuasa sangat penting agar tubuh tetap bugar dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik. Jika tubuh kekurangan energi, maka kita akan merasa lelah, lesu, dan mudah mengantuk, sehingga dapat mengganggu konsentrasi dan produktivitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari termasuk dalam beribadah. 

Selain itu, kekurangan energi juga dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti penurunan daya tahan tubuh, sakit kepala, dan gangguan pencernaan. Oleh karena itu, menjaga energi dengan pola makan yang sehat, istirahat yang cukup, dan aktivitas fisik yang sesuai akan membantu tubuh tetap bugar dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik, termasuk dalam menjalankan ibadah puasa.

Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga energi saat berpuasa:

  1. Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi: Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, serat, protein, dan vitamin untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Hindari makanan yang mengandung gula dan lemak jenuh karena dapat membuat tubuh mudah lelah dan mengalami penurunan energi.

  2. Konsumsi buah-buahan dan sayuran segar: Buah-buahan dan sayuran segar mengandung banyak serat dan vitamin yang dapat membantu menjaga energi dan meningkatkan daya tahan tubuh.

  3. Minum air putih yang cukup: Minum air putih dalam jumlah yang cukup dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mengurangi rasa lelah.

  4. Hindari makanan berat saat sahur dan berbuka puasa: Makan makanan berat saat sahur dan berbuka puasa dapat membuat tubuh mudah lelah dan sulit mencerna makanan.

  5. Istirahat yang cukup: Istirahat yang cukup dapat membantu tubuh merasa lebih segar dan terhindar dari rasa lelah.

  6. Kurangi asupan gula dan kafein: Asupan gula dan kafein dapat membuat tubuh cepat lelah dan mengalami penurunan energi. Oleh karena itu, sebaiknya kurangi atau hindari asupan gula dan kafein selama berpuasa.

  7. Lakukan aktivitas fisik yang ringan: Melakukan aktivitas fisik yang ringan seperti berjalan-jalan atau melakukan yoga dapat membantu tubuh tetap bugar dan meningkatkan sirkulasi darah.

  8. Hindari merokok dan minuman beralkohol: Merokok dan minuman beralkohol dapat membuat tubuh mudah lelah dan dehidrasi. Hindari merokok dan minuman beralkohol saat berpuasa.

Dengan mengikuti beberapa tips di atas, diharapkan dapat membantu menjaga energi dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik dan khusyuk dalam beribadah.

8 Tips agar tidak merasa lelah atau lapar saat berpuasa

Lelah, Lapar dan Haus Saat berpuasa adalah hal wajar yang di alami oleh semua orang yang menjalankannya,


Berikut adalah beberapa tips untuk mengurangi rasa lelah atau lapar saat berpuasa:

  1. Pilih makanan yang tepat saat sahur dan berbuka: Makan makanan yang tepat saat sahur dan berbuka puasa dapat membantu menjaga energi dan mengurangi rasa lapar dan lelah. Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, serat, protein, dan vitamin untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

  2. Kurangi asupan gula dan kafein: Asupan gula dan kafein dapat membuat tubuh cepat lelah dan mengalami penurunan energi. Oleh karena itu, sebaiknya kurangi atau hindari asupan gula dan kafein selama berpuasa.

  3. Tetap terhidrasi: Minumlah air putih dalam jumlah yang cukup saat sahur dan berbuka puasa untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mengurangi rasa lapar dan lelah.

  4. Jangan lupa untuk beristirahat: Jangan terlalu banyak melakukan aktivitas fisik atau terlalu lelah saat berpuasa. Istirahat yang cukup dapat membantu tubuh merasa lebih segar dan terhindar dari rasa lelah.

  5. Lakukan aktivitas fisik yang ringan: Melakukan aktivitas fisik yang ringan seperti berjalan-jalan atau melakukan yoga dapat membantu tubuh tetap bugar dan meningkatkan sirkulasi darah.

  6. Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung elektrolit: Saat berpuasa, tubuh mengeluarkan banyak cairan dan elektrolit melalui keringat dan urin. Konsumsi minuman yang mengandung elektrolit atau makanan seperti buah-buahan dapat membantu mengembalikan cairan dan elektrolit yang hilang.

  7. Hindari merokok dan minuman beralkohol: Merokok dan minuman beralkohol dapat membuat tubuh mudah lelah dan dehidrasi. Hindari merokok dan minuman beralkohol saat berpuasa.

  8. Jangan makan terlalu banyak saat berbuka puasa: Terlalu banyak makan saat berbuka puasa dapat membuat tubuh kembung dan sulit mencerna makanan, sehingga menyebabkan rasa lelah dan lapar. Sebaiknya makan dalam porsi yang cukup dan seimbang.

Dengan mengikuti beberapa tips di atas, diharapkan dapat membantu mengurangi rasa lapar dan lelah saat berpuasa sehingga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik dan khusyuk dalam beribadah.

Source : Chat GPT

10 Tips Untuk Menjaga Kesehatan Saat Berpuasa

Menjaga kesehatan saat berpuasa sangatlah penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan nutrisi dalam tubuh, meningkatkan kebugaran, menjaga produktivitas, dan meningkatkan kualitas ibadah.


Berikut ini beberapa tips untuk menjaga kesehatan saat berpuasa:

  1. Pilih makanan yang seimbang saat sahur dan berbuka puasa. Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, serat, protein, dan vitamin yang dapat memberikan energi yang cukup untuk tubuh selama berpuasa seharian.

  2. Hindari makanan yang mengandung gula berlebihan dan kafein, karena hal ini dapat membuat tubuh mudah kelelahan dan terlalu cepat merasa lapar.

  3. Minumlah air putih yang cukup saat sahur dan berbuka puasa, karena air putih membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mencegah dehidrasi saat berpuasa.

  4. Kurangi aktivitas fisik yang berlebihan saat berpuasa, terutama saat cuaca panas. Hindari aktivitas fisik yang berlebihan yang dapat membuat tubuh mudah lelah dan dehidrasi.

  5. Tetap bergerak dan aktif saat berpuasa dengan melakukan aktivitas ringan seperti berjalan-jalan atau melakukan yoga. Hal ini dapat membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh saat berpuasa.

  6. Jaga kualitas dan jumlah tidur yang cukup di malam hari. Pastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup untuk siap menjalankan ibadah puasa di siang hari.

  7. Hindari merokok dan minum minuman beralkohol selama berpuasa. Hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatan dan membuat tubuh lebih mudah lelah dan terhidrasi.

  8. Jangan makan terlalu banyak saat berbuka puasa, karena hal ini dapat membuat lambung kembung dan sulit mencerna makanan.

  9. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran saat berbuka puasa untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral tubuh.

  10. Jangan mengabaikan gejala dehidrasi seperti mulut kering, sakit kepala, dan rasa lelah. Jika merasakan gejala tersebut, segera minum air putih atau minuman elektrolit untuk mengembalikan keseimbangan cairan tubuh.

     

    Semoga Informasi ini bermanfaat, selamat menjalankan Ibadah puasa, Cek Juga Artikel Berikut ini >>> CLICK DISINI

    Source : Chat GPT / 2023-03-20

Cara agar bisa mempersiapkan diri dengan baik dan tidak kelelahan saat menjalankan ibadah puasa

Berikut beberapa cara yang bisa membantu kamu mempersiapkan diri dengan baik dan tidak kelelahan saat menjalankan ibadah puasa:

  1. Konsumsi makanan bergizi saat sahur Saat sahur, pastikan kamu mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, serat, protein, dan vitamin. Makanan tersebut akan memberikan energi yang cukup untuk tubuh selama berpuasa seharian.

  2. Hindari makanan yang mengandung gula berlebihan dan kafein Makanan yang mengandung gula berlebihan dan kafein dapat membuat tubuh kelelahan dan terlalu cepat merasa lapar selama berpuasa. Hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh, serta makanan manis yang mengandung banyak gula.

  3. Minum air putih yang cukup Pastikan kamu minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka puasa. Air putih membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mencegah dehidrasi saat berpuasa.

  4. Istirahat yang cukup Pastikan kamu tidur yang cukup di malam hari agar tubuh mendapatkan istirahat yang cukup dan siap untuk menjalankan ibadah puasa di siang harinya.

  5. Kurangi aktivitas fisik yang berlebihan Hindari aktivitas fisik yang berlebihan saat berpuasa, terutama saat cuaca panas. Hal ini dapat membuat tubuh mudah lelah dan dehidrasi.

  6. Makan dengan porsi yang sesuai saat berbuka Ketika berbuka puasa, pastikan kamu makan dengan porsi yang sesuai dan tidak berlebihan. Hindari makanan yang mengandung lemak dan gula berlebihan, karena hal ini dapat membuat tubuh kelelahan dan sulit mencerna makanan.

  7. Tetap bergerak dan aktif saat berpuasa Meskipun berpuasa, tetaplah aktif dan bergerak dengan melakukan aktivitas ringan seperti berjalan-jalan atau melakukan yoga. Hal ini dapat membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh saat berpuasa.

    Semoga Informasi ini bisa membantu kamu dalam menjalankan Ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

    Source : Chat GPT / 2023-03-20

Puasa Tasu'a dan Asyura

Catatan ini Saya Rangkum Dari Sejumlah BBM Yang Saya Terima Dari Teman² Tentang PUASA TASU'A DAN ASYURO, Semoga Bermanfaat... Selamat Membaca !!!!
===============================

Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:

“Puasa yang paling afdhal setelah Ramadhan adalah bulan Allah Muharram.”

...

Terutama puasa tanggal 9 (Tasu'a) dan 10 ('Asyura) Muharram, minimal tanggal 10 saja;

 

“Puasa hari ‘Asyura (10 Muharram), aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu.”

 

Disunnahkan juga puasa Tasu’a (9 Muharram).

 

Tahun ini 2014, Insya Allah bertepatan hari MINGGU dn SENIN 2 & 3 NOVEMBER 2014

 

Semoga Allah Memudahkan..

 

Hadis-Hadis Seputar Puasa ‘Asyura:

 

1. Dari Abu Qatadah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, bersabda :

“ Aku berharap pada Allah dengan puasa ‘Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.”

(H.R. Bukhari dan Muslim)

 

2. Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam , berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan bulan Ramadhan.”

(H.R. Bukhari dan Muslim)

 

3. Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari‚ Asyura, maka Beliau bertanya : “Hari apa ini?. Mereka menjawab :“ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah pun bersabda:

“Aku lebih berhak atas Musa daripada kalian“

Maka beliau berpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa.

(H.R. Bukhari dan Muslim)

 

4. Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda :

“Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan).“

(H.R. Bukhari dan Muslim)
Maaf yang Non-Muslim,end chat saja.Terima Kasih.:)

===============================

dari Abu Qatâdah radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang puasa hari ‘Âsyûrâ`. Beliau menjawab,
يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“(Puasa tersebut) menghapuskan (dosa) tahun yang telah berlalu.” [Diriwayatkan oleh Muslim]
Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
“Dan (tentang keutamaan) puasa hari ‘Âsyûrâ`, Saya berharap kepada Allah agar (Allah) menggugurkan dosa tahun sebelumnya.” [Diriwayatkan oleh Muslim] =-)

===============================

Maaf Kalau Agak Berantakan, Soalx Saya Mempost Catatan ini melalui Handphone, Insya Allah akan Segera Saya Rapikan di Komputer :-)

Puasa Nazar

Akhirnya Terselesaikan Juga 1 Hari Puasa Nazarku Atas Kelahiran Putriku Tersayang, Alilahtulbarizah Dorman. Padahal Usianya Kini Sudah Menjelang 1 Tahun Lebih 1 Bulan. Rutinitas di Tempat Kerja Dulu Tidak Memungkinkan Saya Untuk Menjalani Puasa Nazaar

Puasa Nazar Sudah Sering Kali Saya lakukan Sejak Usia SMP, Hal ini di Ajarkan Mama, manakala Kita Mengharap atau menginginkan Sesuatu, Sebagai Umat Islam Kita Memohon dan Meminta Pada Allah SWT untuk mengabulkan Permintaan Kita, dan Kita Berjanji Untuk Berpuasa & akan menepatinya Jika apa yang kita harapkan terkabul. Seperti Itulah Kiranya Tentang Puasa Nazar yang Saya Tahu, dan Saya Tidak Pernah Kecewa Dengan Hasil Yang Saya Dapatkan Ketika Mengawali Sesuatu Dengan Niat yang Baik dan Dengan Nazar Juga. ^_^ You Wanna Try ???

Alhamdulillah, Sekarang Saya Bisa Melihat Putri Saya Bermain Bersama kakaknya, Ahmad Dzulfiqar Dorman. Lucuuuuu..... Terima Kasih Ya Allah... 

Berbeda Saat Kelahiran Fiqar, Dulu Saya Bernazar untuk berpuasa Lima Hari, Apabila Terlahir dengan Selamat, Kelahiran Alilah tidak saya Sebutkan jumlahnya, namun akan saya usahakan untuk menggenapkan Lima Hari seperti saat kelahiran kakaknya, sebagai Rasa Syukurku.

Itu Sedikit Ceritaku Tentang Puasa Nazar, Pengertian, Keutamaan dan Hal Lain Tentang Puasa Nazar Akan Saya Kaji Untuk Anda dan Diri Pribadi Saya Pada Artikel Berikutnya.

Terima Kasih Sudah Berkunjung dan Meluangkan Waktunya Untuk Membaca, Saya akan Sangat Senang Jika Anda Bersedia Membagikan Informasi ini Pada Teman Anda Yang lain Melalui Salah Satu Tombol di Bawah, Facebook, Twitter, dll.


Puasa Syawal

Puasa Syawal Adalah Puasa Sunnah yang dapat di lakukan Selama Enam Hari, dimulai sehari Setelah Shalat Idul Fitri, sampai Berakhirnya Bulan Syawal, Dapat Dilakukan Secara Berturut-turut ataupun Tidak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ …

“Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, …” (HR. Tirmidzi, hadits ini hasan shohih)

Puasa dalam hadits ini merupakan perisai bagi seorang muslim baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, puasa adalah perisai dari perbuatan-perbuatan maksiat, sedangkan di akhirat nanti adalah perisai dari api neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam hadits Qudsi:

وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, untuk mendapatkan kecintaan Allah ta’ala, maka lakukanlah puasa sunnah setelah melakukan yang wajib. Di antara puasa sunnah yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam anjurkan setelah melakukan puasa wajib ( puasa Ramadhan ) adalah puasa enam hari di bulan Syawal.

Dianjurkan untuk Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Puasa ini mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari sahabat Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)
http://nandarsnote.blogspot.com/2011/09/puasa-syawal.html
Pada hadits ini terdapat dalil tegas tentang dianjurkannya puasa enam hari di bulan Syawal dan pendapat inilah yang dipilih oleh madzhab Syafi’i, Ahmad dan Abu Daud serta yang sependapat dengan mereka. Sedangkan Imam Malik dan Abu Hanifah menyatakan makruh. Namun pendapat mereka ini lemah karena bertentangan dengan hadits yang tegas ini. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56)

Puasa Syawal, Puasa Seperti Setahun Penuh

Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا)

“Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil)

Orang yang melakukan satu kebaikan akan mendapatkan sepuluh kebaikan yang semisal. Puasa ramadhan adalah selama sebulan berarti akan semisal dengan puasa 10 bulan. Puasa syawal adalah enam hari berarti akan semisal dengan 60 hari yang sama dengan 2 bulan. Oleh karena itu, seseorang yang berpuasa ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan syawal akan mendapatkan puasa seperti setahun penuh. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56 dan Syarh Riyadhus Sholihin, 3/465). Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat ini bagi umat Islam.

Apakah Puasa Syawal Harus Berurutan dan Dilakukan di Awal Ramadhan Syawal?

Imam Nawawi dalam Syarh Muslim, 8/56 mengatakan, “Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhal (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut (sehari) setelah shalat ‘Idul Fitri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan.” Oleh karena itu, boleh saja seseorang berpuasa syawal tiga hari setelah Idul Fitri misalnya, baik secara berturut-turut ataupun tidak, karena dalam hal ini ada kelonggaran. Namun, apabila seseorang berpuasa syawal hingga keluar waktu (bulan Syawal) karena bermalas-malasan maka dia tidak akan mendapatkan ganjaran puasa syawal.
http://nandarsnote.blogspot.com/2011/09/puasa-syawal.html
Catatan: Apabila seseorang memiliki udzur (halangan) seperti sakit, dalam keadaan nifas, sebagai musafir, sehingga tidak berpuasa enam hari di bulan syawal, maka boleh orang seperti ini meng-qodho’ (mengganti) puasa syawal tersebut di bulan Dzulqaiddah. Hal ini tidaklah mengapa. (Lihat Syarh Riyadhus Sholihin, 3/466)

Tunaikanlah Qodho’ (Tanggungan) Puasa Terlebih Dahulu

Lebih baik bagi seseorang yang masih memiliki qodho’ puasa Ramadhan untuk menunaikannya daripada melakukan puasa Syawal. Karena tentu saja perkara yang wajib haruslah lebih diutamakan dari pada perkara yang sunnah. Alasan lainnya adalah karena dalam hadits di atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Barang siapa berpuasa Ramadhan.” Jadi apabila puasa Ramadhannya belum sempurna karena masih ada tanggungan puasa, maka tanggungan tersebut harus ditunaikan terlebih dahulu agar mendapatkan pahala semisal puasa setahun penuh.

Apabila seseorang menunaikan puasa Syawal terlebih dahulu dan masih ada tanggungan puasa, maka puasanya dianggap puasa sunnah muthlaq (puasa sunnah biasa) dan tidak mendapatkan ganjaran puasa Syawal karena kita kembali ke perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tadi, “Barang siapa berpuasa Ramadhan.” (Lihat Syarhul Mumthi’, 3/89, 100)

Catatan: Adapun puasa sunnah selain puasa Syawal, maka boleh seseorang mendahulukannya dari mengqodho’ puasa yang wajib selama masih ada waktu lapang untuk menunaikan puasa sunnah tersebut. Dan puasa sunnahnya tetap sah dan tidak berdosa. Tetapi perlu diingat bahwa menunaikan qodho’ puasa tetap lebih utama daripada melakukan puasa sunnah. Hal inilah yang ditekankan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -semoga Allah merahmati beliau- dalam kitab beliau Syarhul Mumthi’, 3/89 karena seringnya sebagian orang keliru dalam permasalahan ini.

Kita ambil permisalan dengan shalat dzuhur. Waktu shalat tersebut adalah mulai dari matahari bergeser ke barat hingga panjang bayangan seseorang sama dengan tingginya. Kemudian dia shalat di akhir waktu misalnya jam 2 siang karena udzur (halangan). Dalam waktu ini bolehkah dia melakukan shalat sunnah kemudian melakukan shalat wajib? Jawabnya boleh, karena waktu shalatnya masih lapang dan shalat sunnahnya tetap sah dan tidak berdosa. Namun hal ini berbeda dengan puasa syawal karena puasa ini disyaratkan berpuasa ramadhan untuk mendapatkan ganjaran seperti berpuasa setahun penuh. Maka perhatikanlah perbedaan dalam masalah ini!
http://nandarsnote.blogspot.com/2011/09/puasa-syawal.html
Boleh Berniat di Siang Hari dan Boleh Membatalkan Puasa Ketika Melakukan Puasa Sunnah

Permasalahan pertama ini dapat dilihat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk menemui keluarganya lalu menanyakan: “Apakah kalian memiliki sesuatu (yang bisa dimakan, pen)?” Mereka berkata, “tidak” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Kalau begitu sekarang, saya puasa.” Dari hadits ini berarti seseorang boleh berniat di siang hari ketika melakukan puasa sunnah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga terkadang berpuasa sunnah kemudian beliau membatalkannya sebagaimana dikatakan oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anhu dan terdapat dalam kitab An Nasa’i. (Lihat Zadul Ma’ad, 2/79)

Semoga dengan sedikit penjelasan ini dapat mendorong kita melakukan puasa enam hari di bulan Syawal, semoga amalan kita diterima dan bermanfaat pada hari yang tidak bermanfaat harta dan anak kecuali yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.

 

10 Artikel Terpopuler di BLOG Nandar