Showing posts with label kisah shahabat nabi. Show all posts
Showing posts with label kisah shahabat nabi. Show all posts

Kisah Abbad Bin Bisyr Dengan Shalat Malamnya

Ketika Islam sampai di Madinah, 'Abbad bin Bisyr belum genap 25 tahun. Karena kekagumannya pada akhlak dan ajaran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, ia tak butuh
waktu lama untuk memutuskan masuk Islam.

‘Abbad dikenal sebagai ahli ibadah dan pembaca AI-Qur'an dengan suara yang merdu. Menurut Aisyah, ada tiga sahabat Anshar dengan keutamaan yang tidak bisa dilampaui oleh siapa pun. Mereka adalah Sa'ad bin Mu'adz, Usaid bin Hudhair, dan 'Abbad bin Bisyr.

‘Abbad bin Bisyr juga dikenal rajin shalat Tahajud. Suatu malam tatkala bangun dari tidurnya, Nabi mendengar suara Abbad yang tengah membaca Al-Qur'an di masjid dan seketika mendoakan sahabatnya itu, “Ya Allah, ampunilah dia.")

Dalam setiap perang yang diikutinya, "Abbad bertugas membawa mushaf Al-Qur'an. Suatu malam ketika pulang dan terang Dzat ar-Riqa', Nabi Muhammad dan pasukan musli beristirahat di lereng sebuah bukit. 

Malam itu, 'Abbad dan sahabatnya, ‘Ammar bin Yasir oertugas jaga. Keduanya pun bergliran memastikan keamanan pasukan muslim yang tengah beristirahat. Ketika 'Abbad berkeliling, 'Ammar tidur, demikian pula sebaliknya. 

Ketika' Abbad mendapat gliran berjaga, ia menyempatkan diri mengerjakan shalat Tahajud. Ketika larut dalam shalatnya, tanpa ia sadari seorang pria musyrik mengintai dan melepaskan anak panah ke tubuh 'Abbad.

Karena jarak yang cukup dekat, penguntit itu berhasil menyarangkan tiga anak panah di tubuh sahabat Nabi itu.Menariknya, 'Abbad bergeming dan tetap melanjutkan shalat setelah mencabut tiga anak panah yang menancap di tubuhnya

Setelah selesai dengan shalatnya, ‘Abbad merangkak untuk membangunkan 'Ammar. Begitu tahu kondisi sahabatnya yang bersimbah darah, Ammar bertanya mengapa Abbad tidak memberitahunya saat anak panah pertama menembus tubuhnya.

“Aku sedang shalat dan membaca surah Al-Kahfi. Aku tidak ingin menghentikannya,” jawabnya membuat kagum sang sahabat.

Beruntung meski tertembus tiga anak panah nyawa ‘Abbad berhasil diselamatkan. Ia terus berjuang di sisi Nabi Muhammad dan khalifah beliau yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq hingga syahid dalam Perang Yamamah melawan Musailamah al-Kadzdzab.


Dari Buku Zona 1/3 Malam Oleh Rusdin S Rauf Bab Motivasi Bangun di Malam Hari. (8-9) 

 
 
Ikuti Saluran WhatsApp

KISAH ABDULLAH DZULBIJADAIN RADHIALLAHU' ANHU


Note : Gambar Hanya Ilustrasi

Sayyidina Abdullah Dzulbijadain Radhiyallahu ’anhu adalah seorang shahabat yang telah yatim sejak kecil. Lalu, ia tinggal dengan pamannya yang sangat menyayanginya. Kemudian ia masuk Islam dengan diam-diam Pamanrya sangat marah ketika mengetahuinya. Kemudian, ia ditelanjang! dan diusir dari rumah pamannya tanpa sehelai pakaian pun. 

Ketika ibunya mengetahui hal itu, ia pun juga marah. Namun, sebagai seorang ibu, ia merasa kasihan juga kepada anaknya, sehingga memberikan sehelai selimut tebal yang sudah usang kepadanya. Lalu, selimut itu ia bagi menjadi dua, sehelai untuk dipakai di bagian atas dan sehelai lagi di bagian bawah. Ia datang ke Madinah dan tinggal di Masjid Nabawi, yaitu di shuffah dekat pintu Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. 

Ia berdzikir sebanyak-banyaknya dengan suara sangat nyaring. Sayyidina Umar Radhiyallahu 'anhu berkata, "Orang ini riya' sehingga berdzikir seperti itu." Sabda Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, "Tidak, bahkan ia termasuk Awwabin (orang-orang yang dalam segala urusan senantiasa kembali kepada Allah Subhaanahu wata'ala)."

​Sayyidina Abdullah Dzulbijadain Radhiyallahu 'anhu meninggal di Tabuk. Suatu malam, para shahabat melihat ada sebuah lampu menyala dekat kuburan. Ketika mendekat, mereka melihat Baginda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sedang turun di kuburnya. Lalu, beliau menyuruh Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar Radhiyallahu 'anhuma, "Angkatlah dan bawalah ke sini jenazah saudaramu." Kedua shahabat itu mengangkat jenazah itu dan menyerahkannya kepada Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. 

Setelah jenazah itu dikubur, beliau berdoa, "Ya Allah, aku meridhainya, maka ridhailah ia." Sayyidina Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu berkata, "Aku menyaksikan semua acara penguburan itu, dan hatiku berkata, 'Alangkah beruntung seandainya jenazah itu adalah jenazahku.'"

Di Kutip Dari Kitab Fadhilah A'mal Bab Fadhilah Dzikir
 
 
 
 
 Silakan Ikuti Saluran WhatsApp Saya Untuk Info Lainnya.
 
 

20 Quotes Islami Berikut Nama Orang Yang Menyampaikannya

Berikut ini adalah 20 Quotes Islami Berikut Nama Orang Yang Menyampaikannya yang bisa kamu jadikan untuk konten feed instagram atau postingan sosial media lainnya.

  1. "Jangan biarkan rasa takut menghalangi imanmu, karena kekuatan Allah selalu bersamamu." - Abu Bakar ash-Shiddiq
  2. "Jangan bersedih atas masalah yang kamu hadapi, karena sesungguhnya Allah bersamamu, dan Dia tidak akan meninggalkanmu sendiri." - Ali bin Abi Thalib
  3. "Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, kecuali mereka yang mengubah keadaan diri mereka sendiri." - Umar bin Khattab
  4. "Bersabarlah, karena Allah bersama orang yang sabar." - Uthman bin Affan
  5. "Tetaplah bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah kepadamu, dan Dia akan memberikan lebih banyak lagi." - Abu Hurairah
  6. "Jangan pernah putus asa dalam memohon rahmat dan ampunan Allah, karena Dia Maha Pengampun dan Penyayang." - Aisha bint Abu Bakar
  7. "Jangan pernah meremehkan kebaikan kecil, karena setiap kebaikan yang kamu lakukan akan diperhitungkan oleh Allah." - Abdullah bin Mas'ud
  8. "Kebahagiaan bukanlah memiliki segala sesuatu yang diinginkan, tetapi kebahagiaan sejati adalah merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah kepadamu." - Hasan al-Basri
  9. "Berbahagialah orang yang merasa rendah hati, karena mereka akan menerima kebaikan dari Allah." - Ibn Abbas
  10. "Berbuat baiklah kepada orang tua, karena sesungguhnya Allah menempatkan kebahagiaan di surga di bawah telapak kaki ibu." - Imam Ahmad
  11. "Ketika kamu merasa jauh dari Allah, itu bukan karena Dia menjauh darimu, tetapi karena kamu yang menjauh dari-Nya." - Imam Al-Ghazali
  12. "Jangan pernah menghakimi orang lain, karena Allah lebih tahu tentang kebaikan dan keburukan mereka." - Imam An-Nawawi
  13. "Berpeganglah pada Al-Quran dan Sunnah Rasulullah sebagai pedoman hidupmu, dan kamu akan selalu berada di jalan yang benar." - Imam Malik
  14. "Kebenaran selalu menang, meskipun kebenaran itu lambat." - Imam Syafi'i
  15. "Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar dan bersungguh-sungguh dalam beribadah." - Imam Bukhari
  16. "Jangan pernah berputus asa dalam memohon ampunan Allah, karena kesalahanmu tidak akan membuat Dia kehilangan kasih sayang-Nya kepadamu." - Imam Al-Haddad
  17. "Allah akan membuka jalan keluar bagi mereka yang bertakwa kepadanya dan memberikan pertolongan kepada mereka yang bersabar dalam menghadapi cobaan." - Imam Abu Hanifah
  18. "Jangan pernah merasa puas dengan sedikit ibadahmu, karena Allah menerima apa yang kamu persembahkan dengan ikhlas dan tulus hati." - Imam Ahmad bin Hanbal
  19. "Jangan mengikuti hawa nafsumu, karena hawa nafsu itu menghamparkan jalan menuju neraka." - Imam Ali bin Abi Thalib
  20. "Jangan pernah berprasangka buruk terhadap orang lain, karena berprasangka buruk adalah dosa yang besar di sisi Allah." - Umar bin Abdul Aziz

 

Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu 'anhum


Berikut ini adalah Rangkuman, Daftar Isi  Kitab Kisah-Kisah Shahabat Radhiyallahu 'anhum dari Kitab Fadhilah Amal,
SIlakan Klik / Ketuk Pada Judul untuk membaca.

Kisah Syahidnya Sayyidatina Sumayyah Radhiyallahu 'anha Ibu Sayyidina Ammar Radhiallahu 'anhu

Dikutip dari kitab Fadhilah amal/kitab kisah-kisah shahabat/semangat kaum wanita dalam mengamalkan agama/kisah ke-16


Sayyidatina Sumayyah binti khayyath Radhiallahu 'anha adalah ibu Sayyidina Ammar Radhiallahu 'anhu yang kisahnya sudah diceritakan pada bab ke-1 kisah ke-7.

Iya beserta suaminya, Sayyidina Yasir Radhiallahu 'Anhu dan juga anaknya, Sayyidina Ammar Radhiallahu 'Anhu, banyak sekali menanggung penderitaan demi Islam.

Karena cintanya terhadap Islam telah merasuk ke dalam hatinya, maka penderitaannya itu tidak mempengaruhi keimanannya sedikitpun. Ketika matahari bersinar sangat panas, mereka dibaringkan diatas kerikil kerikil panas dengan dipakaikan baju besi di tubuhnya.

Kisah Undangan Makan Seorang Wanita Kepada Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi Wasallam Sekembalinya Mengantar Jenazah


Di Kutip Dari kitab Fadhilah Amal/Kisah-kisah shahabat/Bab keempat tentang ketakwaan para shahabat radhiallahu 'anhum

Kisah Kesatu :

Ketika Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallam sedang berjalan pulang dari mengantar jenazah, utusan seorang wanita mengundang beliau makan Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya mendatangi undangan tersebut.

Ketika makanan telah dihidangkan, orang-orang melihat Baginda Nabi shallallahu alaihi wa sallam kesulitan menelan makanan itu. Beliau bersabda, "nampaknya daging kambing ini telah diambil tanpa izin pemiliknya. "Wanita itu menjawab, "Ya Rasulullah aku telah menyuruh seorang lelaki membeli kambing, tetapi ia tidak mendapatkannya, sedangkan tetanggaku telah membeli seekor kambing. Aku menyuruh seseorang untuk membeli kambing dari tetanggaku tersebut. Tetapi suaminya sedang tidak ada di tempat. Jadi, istrinya lah yang menjual kambing itu kepadaku. "Lalu, Baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "berikanlah daging itu kepada para tawanan perang! " (H.R. Abu Dawud)

Faidah
Bagi Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang berderajat luhur bukanlah sesuatu yang luar biasa bila tenggorokan beliau kesulitan menelan makanan syubhat. pengikut beliau yang biasa-biasa saja sering mengalami hal demikian.

kisah kedermawanan sayyidatina asma' radhiallahu 'anha


Sayyidatina asma radhiyallahu 'anha adalah seorang yang sangat dermawan, sebelumnya, apabila akan berinfak, Ia akan menimbang dan menakarrnya. Namun, suatu ketika Baginda Nabi Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda kepadanya, "Janganlah kamu menyimpan harta, dan janganlah menghitung-hitung harta yang akan diinfakkan, berinfaklah semampu yang dapat diupayakan!".

kisah sayyidatina asma radhiallahu anha bertanya tentang pahala bagi kaum wanita


Sayyidatina asma binti Yazid Anshari radhiallahu anha adalah seorang shahabiyah. suatu ketika ia mendatangi Baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam dan berkata, "Ya Rasulullah ayah dan ibu ku korbankan untukmu. Aku datang sebagai utusan kaum wanita.
 
Sungguh engkau utusan Allah subhanahu wa ta'ala bagi kaum laki-laki dan juga wanita. Untuk itu kami sebagai kaum wanita telah beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan kepadamu. Kami kaum wanita, selalu tinggal di dalam rumah, dibatasi oleh hijab-hijab, dan sibuk berkhidmat kepada suami. 
 
Kami mengandung anak-anak mereka, sedangkan kaum laki-laki dapat melakukan amalan yang memborong pahala. Mereka dapat menghadiri shalat Jumat, dapat berjamaah shalat lima waktu, dapat menjenguk orang sakit, menyertai jenazah, pergi haji, dan yang paling utama, mereka dapat berjihad dijalan Allah subhanahu wa ta'ala.
 
Jika mereka sedang mengerjakan haji, umrah, atau jihad, kamilah yang menjaga harta mereka, menjahitkan baju mereka, dan memelihara anak-anak mereka. Maka, apakah kami tidak mendapatkan pahala yang sama dengan mereka?"

10 Artikel Terpopuler di BLOG Nandar