Sore ini Saya menerima SMS dari seseorang yang Isinya Sebagai Berikut :
"asslm,kabar;; terhangat,sebelum sahur tadi malam sekitar 01:50 dinihari,karyawan spbu belang2 dirampok,avanza silver,skitar 7org,pake parang,selengkapnya lihat sbentar malam di kompas TV, atau besok di koran., insya Allah..operator Korban irwan/iwan dan rizal" dari 0853086xxxx
Saat Makan Malam bersama teman Ba'da Shalat Magrib, teman saya juga menerima SMS yang mengatakan di Celebes TV katanya ada berita perampokan SPBU di belang-belang, kecamatan lau, kabupaten maros.
Berat Rasanya Untuk Menulis Artikel ini, Namun Beberapa Sahabat Almarhum Sempat Mengirimkan Saya Pesan di Inbox Facebook, Meminta Informasi Lengkap, Tapi Saya Tidak Tahu.
Kamis Malam 10-11-2011 Saya Menerima BBM Gambar di bawah ini dari Tante Saya KADARIAH "RIA" Kakak Almarhum HAMZAH H.L.
#Rio-TribunNews : Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Ungkapan ini
terasa pas untuk menggambarkan nasib Hamzah Haji Latif. Pria 24 tahun
yang tinggal di Kilu Permai Mapanget, Kota Manado ini harus meregang
nyawa akibat ditusuk di kawasan Megamas, Sabtu (15/10) tengah malam.
Tesar Lumintang (17), tersangka pembunuh Hamzah langsung ditangkap
Polsek Wenang. Sebenarnya kedua orang ini tak saling kenal. Motif
pembunuhan pun sangat sepele, Tesar bersenggolan badan dengan korban.
Namun saat itu Tesar dipengaruhi minuman keras jenis Cap Tikus.
Peristiwa itu terjadi saat polisi tengah melakukan razia di Jalan
Boulevard.
#(tr-04/lee)-ManadoPost :Kematian Hamzah dipicu masalah yang sangat sepele. Pelaku utama
pembunuhan TL alias Tesar (17), warga Mahakeret lingkungan III, awalnya
cuma bersenggolan dengan Hamzah di depan pintu masuk Break Shoot (BS)
Megamas. Tapi karena sudah dikuasai Miras, Tesar dengan buas dan sadis
menghabisi korban. “Waktu di pintu maso BS dia senggol pa kita,” aku
Tesar.
Tesar beraksi dengan rekannya ML alias Marcel (17), juga warga Mahakeret
tapi tinggal di lingkungan VI. Keduanya mengeroyok korban meski
sebelumnya korban sudah berusaha lari. Tesar dengan kejam menikam bagian
punggung dan perut dengan pisau miliknya.
Sekuriti Megamas yang melihat Hamzah tergeletak dan bersimbah darah
kemudian melarikannya ke RS Prof Kandou. Sempat dirawat intensif di
instalasi gawat darurat, korban yang banyak kehilangan darah akhirnya
harus meregang nyawa.
VIDEO TERKAIT
Dari Terminal CARGO Bandara Hasanuddin Makassar, Menuju Masjid Baital Faizin Desa BotoLempangan Untuk Kemudian di Makamkan di Pekuburan Islam di Desa Boto Lempangan, Maros. Sirene Ambulance di Sepanjang Jalan Seperti Mewakili Jeritan Tangis Keluarga Yang di Tinggalkan.
Saat PETI Jenazah di Buka Selepas Pelaksanaan Shalat Jenazah di Masjid Baital Faizin. Luapan Sedih dan Jeritan Tangis Keluarga dan Kerabat tak dapat di Bendung Lagi.
Kematian Adalah Hal Yang Pasti Terjadi Pada Semua Mahluk Hidup, Karena Keabadian Hanyalah Milik Sang Maha Pencipta. Semoga Yang di Tinggalkan diberikan Kesabaran dan Keikhlasan, Karena Apapun Yang Kita Lakukan Takkan Menghidupkan Kembali, Mereka Yang Telah di Panggil ILAHI
Mohon Do'anya Untuk Almarhum, Semoga di Berikan Tempat Terbaik di Keridhaan Sang Khalik, Selamat Jalan Adikku, Om Kecilku... Hamzah... @AnchaRepsol