Showing posts with label dosa. Show all posts
Showing posts with label dosa. Show all posts

Asap & Hujan relasi Maksiat & Taubat

ASAP DAN HUJAN: adalah relasi antara Maksiat & Taubat
Pada zaman Nabi Musa 'Alaihis-Salam, Bani Israel ditimpa kemarau yang berkepanjangan. Mereka berkumpul mendatangi Nabi Musa,mereka berkata, "Wahai Nabi Allah, berdoalah kepada Rabb-mu agar Dia menurunkan hujan kepada kami....!" Maka berangkatlah Nabi Musa 'Alaihis-Salam bersama kaumnya menuju padang yang luas. Waktu itu mereka berjumlah lebih dari 70 ribu orang.

Menangislah Karena Allah

Tangisi setiap kesempatan yang anda miliki bila ia tak berbuah pahala,,
Tangisi setiap waktu yang terbuang dan tak bernilai ibadah,,

Setan Minta Pensiun

Kira-Kira Gimana Jadinya kalau Setan Minta Pensiun ? ini hanya cerita Karangan Manusia, Tapi Memiliki Nilai-nilai Pesan Moral yang dalam.

Telat Shalat Subuh

Rasanya Seperti dapat Tamparan Pagi-pagi Saat Kulihat Jam di Ponselku Sudah Pukul 05:04 Pagi, Bisa-bisanya Aku Telat Bangun Untuk Shalat Subuh... Padahal Alarm Sudah di Set Permanent Setiap Hari, 15 Menit Sebelum Adzan Subuh... Tidur Juga Jam 11 Malam, Biasanya Biar Tidur Jam 1 Pagi Juga Tetap Bisa Bangun....

Arrgghh..... Rasanya Tidak Enak Sekali... Ada Rasa Kecewa Yang di Blender Jadi Satu Dengan Rasa Ngantuk, sedih dan Menyesal. Bagi Pembaca ini Mungkin LEBAY.... Tapi Menurutku ini adalah Harus.

Sejak Memutuskan Untuk Berhenti di Kantor Tempatku memperoleh pengalaman kerja selama lebih dari Tujuh Tahun, Aku Berjanji Akan tetap Melaksanakan Shalat Fardhu di Masjid, dimanapun aku berada, karena aku tahu keutamaan shalat berjamaah.

Ya Allah... Ampuni Hamba, Hamba Tidak Bermaksud Meninggalkan Shalat Berjamaah di Masjid... Sungguh Ya Allah... dan Jangan Salahkan Istri Hamba Yang Tidak Membangunkan.

Dia Terlihat Begitu Takut Menjawab Saat Aku Tanyakan Kenapa Tidak Membangunkanku.... Dia Hanya Menjawab... "Kamu Pulas Sekali Ka', Lagian Semalam Kamu Bangun-bangun Terus Bantuin Aku Ngurus Anak-anak yang rewel, aku tahu kamu cape' makanya kubiarkan Alarmmu saja yang membangunkan, Tapi Ternyata Kamu Tidak Bangun"

Semoga ini yang terakhir kalinya Aku Telat Shalat Subuh

.

Hutang Dalam Islam

Jangan Sok Punya Uang atau Umur Panjang dan Penghasilan Yang Bisa di jadikan Jaminan untuk melunasi Hutang, Karena Allah Sewaktu-waktu dapat mengambil nyawa kita, lalu bagaimana dengan hutang yang kita tinggalkan di dunia ? Hutang Tetaplah Hutang, Jika Kita Tidak Membayarnya Di Dunia, maka itu akan menjadi hutang Kita Di Akherat.

Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu ’anhu bertutur: “Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu ’alaih wa sallam masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu ’anhu sedang duduk di sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu shalat?”

Ia menjawab: ”Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.”

Beliau bertanya: ”Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?”

Ia menjawab: ”Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ 

Artinya :
”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” 

Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)

Doa ampuh yang diajarkan Nabi sallallahu ’alaih wa sallam kepada Abu Umamah radhiyallahu ’anhu merupakan doa untuk mengatasi Masalah hutang yang berkepanjangan. Di dalam doa tersebut terdapat beberapa permohonan agar Allah ta’aala melindungi seseorang dari beberapa masalah dalam hidupnya. Dan segenap masalah tersebut ternyata sangat berkorelasi dengan keadaan seseorang yang sedang dililit hutang.

Pertama, ”Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih.” Orang yang sedang berhutang biasanya mudah menjadi bingung dan tenggelam dalam kesedihan. Sebab keadaan dirinya yang berhutang itu sangat potensial menjadikannya hidup dalam ketidakpastian alias bingung dan menjadikannya tidak gembira alias bersedih hati.

Kedua, ”Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas.” Biasanya orang yang berhutang akan cenderung menjadi lemah. Dan biasanya orang yang malas dan tidak kreatif dalam menjalani perjuangan hidup cenderung mudah berfikir untuk menacari pinjaman alias berutangketika sedikit saja menghadapi rintangan dalam hidup. Sedangkan orang yang rajin cenderung tidak berfikir untuk berhutang selagi ia masih punya ide solusi selain berhutang dalam hidupnya. Orang rajin bahkan akan menolak bilamana memperoleh tawaran pinjaman uang karena ia anggap itu sebagai suatu beban yang merepotkan.

Ketiga, ”Aku berlindung kepada Engkau dari sifat pengecut dan kikir.” Biasanya orang yang terlilit hutang menjadi orang yang diliputi rasa takut. Ia cenderung menjadi pengecut. Jauh dari sifat pemberani. Mentalnya jatuh dan tidak mudah memiliki kemantapan batin. Dan orang yang berhutang mudah menjadi kikir jauh dari sifat demawan. Bila kotak amal atau sedekah melintas di depannya ia akan membiarkannya berlalu Hal ini karena ia menggunakan logika ”Bagaimana aku bisa bersedekah, sedangkan hutangku saja belum lunas.”

Keempat, ”Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Doa bagian akhir mengandung inti permohonan seorang yang terlilit hutang. Ia serahkan harapannya sepenuhnya kepada Allah ta’aala Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji agar menuntaskan problem hutang yang berkepanjangan membebani hidupnya. Di samping itu ia memohon agar dirinya dilindungi Allah ta’aala dari kesewenang-wenangan manusia. Kesewenangan dimaksud terutama yang bersumber dari fihak yang berpiutang. Sebab tidak jarang ditemukan bahwa pihak yang berpiutang lantas bertindak zalim kepada yang berhutang. Ia merasa telah menanam jasa dengan meminjamkan uang kepada yang berhutang. Lalu ia merasa berhak untuk berbuat sekehendaknya kepada yang berhutang apalagi jika yang berhutang menunjukkan gejala tidak sanggup melunasi hutangnya dengan segera. Itulah sebabnya dunia modern dewasa ini banyak diwarnai oleh berbagai tindak kezaliman. Sebab dalam era dunia modern manusia sangat mudah berhutang.

Dalam kebanyakan transaksi manusia dianjurkan untuk terlibat dalam hutang alias transaksi yang tidak tunai. Sedikit sedikit kredit. Apalagi skema pelunasan hutangnya melibatkan praktek riba yang termasuk dosa besar.

Islam adalah ajaran yang menganjurkan manusia untuk membiasakan diri bertransaksi secara tunai. Ini bukan berarti Islam mengharamkan berhutang. Hanya saja Islam memandang bahwa berhutang merupakan suatu pilihan yang bukan ideal dan utama. Itulah sebabnya ayat terpanjang di dalam Al-Qur’an ialah ayat mengenai berhutang, yaitu surah Al-Baqarah ayat 282. Suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu didatangi anaknya yang hendak meminjam uang. Lalu ia berkata kepadanya ”Nak, aku tidak punya uang.” Lantas anaknya mengusulkan agar ayahnya pinjamkan dari Baitul Maal (Simpanan Kekayaan Negara). Maka Umar-pun menulis memo kepada pemegang kunci Biatul Maal yang isinya: ”Wahai bendahara, tolong keluarkan sekian dinar dari Baitul Maal untuk aku pinjamkan ke anakku. Nanti biar aku cicil dengan potong gajiku tiga bulan ke depan.” Maka memo tersebut dibawa oleh anaknya dan diserahkan kepada bendahara. Tidak berapa lama iapun kembali menemui ayahnya dengan wajah murung. ”Ayah, aku tidak menerima apa-apa dari bendahara kecuali secarik kertas ini untuk disampaikan kepadamu.” Maka Umar menyuruh anaknya membacakan isi memo balasan itu. Isinya ”Wahai Amirul Mu’minin Umar bin Khattab, bagiku sangatlah mudah untuk mengeluarkan sekian dinar dari Baitul Maal untuk engkau pinjam. Namun aku minta syarat terlebih dahulu darimu. Aku minta agar engkau memberi jaminan kepadaku bahwa tiga bulan ke depan Amirul Mu’minin Umar bin Khattab masih hidup di dunia untuk melunasi hutang tersebut.” Maka Umar langsung beristighfar dan menyuruh anaknya pulang...!

Jadi Saudaraku... Sedapat Mungkin Agar Kita Melakukan Transaksi Secara Tunai, Mamah Dede Dalam Acara Mamah dan A'A' Indosiar Berpesan.
"Kalau Punya Duit Belanja, kalau Nggak Punya Duit Diemm"

Artinya, Jangan Sok Punya Uang atau Umur Panjang dan Penghasilan Yang Bisa di jadikan Jaminan untuk melunasi Hutang, Karena Allah Sewaktu-waktu dapat mengambil nyawa kita, lalu bagaimana dengan hutang yang kita tinggalkan di dunia ? Hutang Tetaplah Hutang, Jika Kita Tidak Membayarnya Di Dunia, maka itu akan menjadi hutang Kita i Akherat.

Jangan Tergiur dengan tawaran kartu kredit, jika Tidak Ada jaminan bagi Anda untuk membayarnya.

Semoga Bermanfaat


Jangan Lupa Klik LIKE atau Share Ya....

Doa Shalat Taubat

"Astagfirullahal azhiim al ladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata ‘abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf’an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuraa"

Artinya :
Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, aku mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang hidup terus selalu terjaga. Aku memohon taubat kepada-Nya, selaku taubatnya seorang hamba yang banyak berdosa, yang tidak mempunyai kekuatan untuk berbuat mudharat ataupun manfaat, untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti.
 
Artikel Lainnya :

Dukun Bukan Solusi Terbaik

Saat Ku Tulis Catatan ini Aku Sedang Merasa Sangat Berdosa, Aku Telah Melanggar Aqidah dan Syariat Islam dengan Menyuruh Orang Ke Dukun Yang Mereka Sebut Orang Pintar, Jauh Dari Dalam Lubuk Hatiku Yang Bergejolak Yang Bertentangan Antara Amarah, Sedih, Kecewa dan Trauma Yang Luar Biasa.

ini yang Kesekian Kalinya Aku Kehilangan Uang Kas Kantor, Jumlahnya Memang Tidak Seberapa dan Aku Sudah Bertekad ingin menggantinya.Hanya Saja ini adalah pertanggung jawaban yang Melibatkan Nama Baik dan Image, Aku Merasa Sangat Tercoreng dan di Fitnah, Aku Benar-benar Lost Control dan Terpaksa Menyuruh Teman Ke Dukun Untuk Mencari Tahu Siapa Pelakunya.

Jangan Pernah Mau Meniru perbuatanku Melakukan ini, ini Adalah Perbuatan Syirik, karena Aku Telah Lebih Mempercayai Mahluk Ciptaan Allah Dari pada Kebesaran Allah SWT, Aku Melupakan Kekuasaan Allah !!! Imanku betul-betul di Goyahkan Masalah Yang Seharusnya Bisa Diselesaikan dengan Cara Pintar, Bukan Dengan Cara Bodoh Seperti ini.

SHALAT TAUBAT
Dalam Kegelisahan Hatiku, kucoba untuk mencari Informasi Tentang Perbuatanku yang sangat tidak terpuji. Aku Mencoba Mencari Pencerahan dari beberapa Teman Yang Memahami Agama melalui Jejaring Social, Facebook, Twitter, dan BBM, Aku Juga Mencoba Googling Tentang Shalat Taubat, Semoga Allah Mengampuni Dosaku, dan Semoga Artikel ini Bisa Membantu Sahabat Online yang lain, untuk Melakukan Taubatan Nasuha.

Shalat Taubat

Shalat Taubat Adalah shalat sunnat yang dilakukan sebagai Bentuk ikhtiar untuk bertaubat dan memohon Ampun Kepada Allah SWT atas Segala Kesalahan dan Dosa-Dosa Yang Telah di perbuat.

Dari Ali -radhiallahu anhu- dari Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda, “Tidaklah seseorang melakukan perbuatan dosa lalu di bangun dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya.” (HR. At-Tirmizi, Abu Dawud dan Ibnu Majah, serta dishahihkan oleh Asy-Syaikh Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmizi I/128)

Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat : “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS Ali-Imran: 135)

Hadits di atas dijadikan dalil oleh para ulama akan adanya shalat sunnah taubat, sebagaimana yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul dalam kitabnya Bughyatul Muthathawwi’ fii Shalat at-Tatawwu’.

Dan hadits ini juga didukung oleh keumuman firman Allah Ta’ala, “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran : 135)

Adapun syarat diterimanya taubat, maka Asy-Syaikh Abdul Aziz Ar-Rajihi -hafizhahullah- menyebutkan ada delapan, yaitu:
1. Taubatnya harus ikhlas, hanya mengharapkan dengannya wajah Allah. Taubatnya bukan karena riya, bukan pula karena sum’ah (keinginan untuk didengar) dan bukan pula karena dunia.
2. Berlepas diri dari maksiat tersebut.
3. Menyesali dosa yang telah dia kerjakan tersebut.
4. Bertekad untuk tidak mengulangi maksiat tersebut.
5. mengembalikan apa yang kita zhalimi kepada pemiliknya, kalau kezhalimannya berupa darah atau harta atau kehormatan.
Kami katakan: Maksudnya kalau kita menzhalimi seseorang pada darahnya, harta atau kehormatannya, maka kita wajib untuk meminta maaf kepadanya dan meminta kehalalan darinya atas kezhaliman kita.
6. Bertaubat sebelum roh sampai ke tenggorokan (sakratul maut).
7. Siksaan belum turun menimpa dirinya.
8. Matahari belum terbit dari sebelah barat.

Cara shalat taubat yaitu melakukan shalat dua raka’at pada waktu yang tidak ditentukan, jadi Bisa dilakukan kapanpun,  kecuali pada waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat. Dimungkinkan pula jumlah rakaatnya 4 sampai 6, namun tetap dilakukan dua rakaat salam, Sebaiknya Dilakukan Pada Malam Hari Agar Lebih Khusyuk.

Doa untuk melakukan shalat taubat yaitu: Ushallii sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Yang artinya: “Aku niat shalat sunat taubat dua rakaat karena Allah.”. Doa ini dibaca dalam hati saat melakukan takbiratul ikhram pada awal shalat. yang terpenting adalah niat hanyalah untuk Allah Ta’ala semata-mata dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan Ridho Nya.

Shalat taubat hendaknya menjadi pilihan utama ketika seorang muslim merasa melakukan perbuatan dosa, maka bertaubat baginya adalah sebuah kewajiban, dan disunnahkan baginya untuk melakukan shalat taubat. Sesungguhnya berdoa dan memohon ampunan apabila dilakukan setelah suatu perbuatan ketaatan seperti shalat atau membaca al Qur’an maka doanya akan dikabulkan. Insha Allah....

Setelah melakukan shalat Taubat, Kita bisa membaca wirid, membaca alquran, lalu melengkapinya dengan doa-doa.

Di Kutip Dari Berbagai Sumber di Internet

Artikel Lainnya :
- Membaca Wirid
- Do'a Shalat Taubat
- Shalat Sunnat

10 Artikel Terpopuler di BLOG Nandar