Showing posts with label artis karkun. Show all posts
Showing posts with label artis karkun. Show all posts

Isbul Ayah Jessica Iskandar


Merdeka.com - Hujan rintik sedang menghiasi langit Bandung petang itu. Sebuah ruangan tidak begitu besar di lingkungan Masjid Madinah Jalan Depok Raya, Antapani, Bandung terdapat sosok pria berjubah putih. Ya, dia adalah Iskandarsyah Berian, biasa dipanggil Kang Is. 
Tapi tidak sedikit orang mengenalnya sebagai Isbul atau Iskandar Bule. Maklum saja dia disebut Bule, lantaran pria kelahiran 52 tahun silam tersebut memang lahir di B'Ograd sebuah Kota di Yugoslavia sana.

Sesuatu Yang Langka

L A N G K A
Yang langka itu...
istri yg tunduk patuh pada suami, yg senantiasa berseri2 saat dipandang ,
yg ridha terdiam saat suami marah.
Tidak merasa lebih apalagi meninggikan suara.
Tercantik di hadapan suami.
Terharum saat menemani suami beristirahat.
Tak menuntut keduniaan yg tidak mampu diberikan suaminya.
Yang sadar bahwa ridha-Nya ada pd ridha suaminya.

Musisi Sekaligus Da'i - Karkun Artis

Dikatakan Beralih Posisi Dari Musisi Menjadi Pendakwah Juga Bukan, Yahhh... Karena Pada Kenyataannya Mereka Tetap Exist dalam Industri Musik Tanah Air, Mereka Adalah Para Artis Yang Telah Allah Berikan Petunjuk Untuk Mengamalkan Agama Dan memperbaiki diri dengan Jalan Dakwah Wat Tabligh.

Derry Sulaiman Feat Matta Band

Sebuah Lagu Yang Membuat Saya Merinding, dan tidak kuasa menahan air mata.... yaahh..... Allah Kuasa  Mahluk Tak Kuasa.... Itulah Judul Lagu Yang dirilis Derry Sulaiman dan Matta Band, Lengkap Dengan Bayyan ( Ceramah didalamnya ).

Putra Ayu Azhari Ikut Usaha Dakwah

Pemuda yang satu ini tengah duduk santai di sebuah masjid di Antapani Bandung. Ia berbalut sorban putih dengan jubah berwarna coklat muda. Ucapan bahasa arabnya ketika membacakan alquran dan hadits sangat fasih.


Selintas mungkin tidak akan menyangka bahwa pemuda ini adalah Axel Gondokusumo putra artis ternama Ayu Azhari dari suami pertama Wisnu Djody Gondokusumo yang meninggal pada 2002 lalu.


Axel begitu sapaan akrabnya mencoba berbagi dengan wartaislam perihal kehidupannya yang baru ia rasakan dua tahun belakangan ini. Ia menceritakan bahwa masa remajanya saat ia berusia 13 tahun sampai 18 tahun ia lalui dengan kebimbangan dan kehampaan.


Lama ia hidup di negara barat seperti Austarlia dan Amerika untuk mengenyam pendidikan, namun kebebasan ala barat lah yang ia rasakan. Padahal sewaktu kecil ketika dididik oleh ayah angkatnya Teemu Yusuf Ibrahim ia masih rajin mengaji.


“Saat saya pindah ke luar negeri, turunlah keimanan saya karena kebebasan dan pergaulan ala barat. Kehidupan saya bebas tapi ngga menemukan ketenangan. Kalau shalat jalan terus, karena sudah dididik dari kecil,” katanya.


Sepulang dari negara barat, kehidupannya masih tak berubah. Ia selalu pulang malam bahkan kadang tak pulang dengan berbagai alasan yang intinya menghabiskan waktu bersama rekan-rekannya. Apa yang ia mau dari ibunya pasti terpenuhi. Cuma sekali lagi ia tidak menikmatinya.


Saking bandelnya suatu saat ibunya sudah kesal dan memintanya untuk menemui om Irfan rekan almarhum bapaknya. Dari sinilah ia berkenalan dengan jalan dakwah. Axel diajak ke masjid di bilangan Cinere Jakarta dan ia menetap disana selama tiga hari. Peristiwa itu terjadi awal bulan April 2010 ketika usianya menginjak 19 tahun.


“Habis beres tiga hari ini hati saya terasa senang. Sangat nikmat sekali. Ketika pulang saya ngga mau lagi shalat di rumah, maunya di masjid. Saya akhirnya ikut lagi om irfan selama tiga hari tiap pekan,” kata Axel.


Tidak hanya berkeliling masjid saya pun berangkat pergi keluar negeri menikmati suasana dakwah diluar sana. Seperti di India, Bangladesh dan Hongkong, “Saya bertemu dengan ulama-ulama disana yang rendah hati. Disana shalat subuhnya kayak shalat jumat,” tutur Axel.


BATIK MOTIF BOLA 2012, KUNJUNGI : www.tokobatikonline.co.cc
Sampai akhirnya ia paham bahwa kesenangan dunia yang selama ini ia rasakan hanyalah sebuah tipu daya. Kesenangannya saat ini terletak pada perbuatan amal agama yang sempurna yang dicontohkan Rasulullah beserta para sahabatnya.
Usaha Dakwah Mampu Mengubah Kehidupan Seorang Axel, Tapi Mengapa dinegera Mayoritas Islam, Usaha dakwah dan Tabligh masih menemui banyak hambatan, yang justru datangnya dari orang-orang Islam Sendiri.


10 Artikel Terpopuler di BLOG Nandar