Showing posts with label My Heart. Show all posts
Showing posts with label My Heart. Show all posts

Dear Bloofers

Bloofers....
Takut mendefinisikan tentang bloofers, tak ingin ada yang salah kata dan menyinggung atau menyakiti para bloofers, yang pasti ini adalah salah satu group favoritku di facebook.

Aku Tak Mengerti Rasaku

Terkirim dari telepon Nokia saya
-----Pesan Asli-----
Dari: myidgmonline@gmail.com
Terkirim: 15-05-2012, 13.12
To: go@blogger.com
Subjek: Aku Tak Mengerti Rasaku

Merangkai Wajah Ayah Dalam Imajinasi

Aku Menatapi Langit dari Tempatku Berpijak, Mencoba Merangkai Sebuah Wajah yang Sudah Lama Meninggalkanku dengan menggunakan keterbatasan memory dan kekurangan imajinasiku, Sungguh Ku Lupa Bagaimana Bentuk Wajah Papaku... Yang Kuingat Hanyalah Pesan-pesan terakhirnya Hingga Akhirnya Ia Menghembuskan Nafas terakhir di Pangkuanku Pertanggal 13 Oktober 2002.

Akhirnya Terbentuk Suatu Wajah Yang Samar-samar dibalik awan yang aku sendiri tidak yakin, apakah seperti ini sebenarnya Wajah dari Sosok Seorang Ayah yang meninggalkanku Lebih dari Sembilan Tahun Silam.... Aku Membayangkan Ia Berkata Padaku... Sudahlah Nak.. Hapus Air Matamu... Papa Tahu Ketidak berdayaanmu, Papa Tidak Menyalahkanmu, Papa Tahu Kamu tidak mampu menahan kehendak mereka.

Jangan Sedih, Karena Kamu dekat Dengan ALLAH, Jangan Sampai Hal ini Menggoyahkan Keimananmu, Biarkan Mereka Bertindak Sesuka Hati Mereka, Karena Ketika Mereka Menyadari Bahwa Apa Yang Mereka Lakukan Adalah Salah, Mereka Akan Sekaligus Menyadari Bahwa Apa Yang Kamu Katakan itu Benar. dan Saat itu... Penyesalan Mereka Tidak Akan mampu Mengubah Apapun.

Papa Akan Membantu Mendo'akanMu, Keluarga KecilMu dan Cucu-Cucu Papa, Seperti Kamu yang Selalu Mendo'akan Papa di Ujung ShalatMu... Jangan Risaukan Kata-kata Mereka, Ingatlah Bahwa Hanya ALLAH yang Maha Menentukan... Mengenai Pesan-pesan Terakhir Papa... Papa Anggap Kamu Sudah Melakukan Yang Terbaik. Teruslah Berjuang Dalam Usaha atas AkhiratMu.... Papa Sayang Kamu,  Papa Bangga Kamu.

Lalu Bayangan Itu Menghilang, Seiring Derai Air Mata Yang Mengalir Begitu Saja tanpa Ada Kuasa untuk menahannya.... Sakit dalam Hati atas Perbuatan Mereka Masih Belum Sembuh Juga, Semakin Aku Berusaha untuk mengobatinya, Semakin Perih Menusuk, menyesakkan, dan memenuhi Rongga Dadaku.... Maafkan Aku Papa yang tidak bisa memenuhi amanahMu.....

Zhalim ? atau TerZhalimi

Tanpa Bermaksud Menduakan Allah SWT Sebagai Tempatku Mengadu dan Mengharapkan Pertolongan, Aku Curahkan Apa Yang Ada Dalam hatiku di Lembar-lembar Catatan Onlineku ini, Aku tidak butuh perasaan Iba atau Belas Kasih dari Siapapun kecuali Allah, Tapi karena aku adalah manusia biasa dengan segala keterbatasanku Aku juga tidak bisa membendung perasaanku yang memenuhi rongga batinku, yang menyesakkan dadaku dan merusak akal sehatku.

Hari-hariku adalah kegalauan dimana setiap detik selalu terngiang peristiwa yang sangat menyakitkan bagiku, aku adalah manusia yang sangat lemah keimanannya, untuk itu aku berishlah diri, mengharapkan perbaikan pada diriku agar menjadi manusia yang membanggakan, bukan untuk orang lain tapi bagi diriku sendiri. tetapi dalam proses perbaikan diriku, aku justru didera oleh tarbiyah-tarbiyah yang luar biasa.

Mereka mengumbar kesakitan mereka kesemesta Alam, memperdengarkan dan meperlihatkan kesakitan mereka,  Mereka merasa mereka terzhalimi terhadap apa yang sama sekali tak Ingin Aku ketahui, Aku Masih Bisa Menerima mereka menghinaku, tapi Sulit bagiku untuk Melupakan Kata-kata....
"SABBARAKKO NA' MASSING NIYA' JARINA.... NAPISA'RINGI LALOI SALLANG.... bla...bla...bla..."

Keturunan Kami Di Kutuk, Aku Sungguh Takut Akan Murkah Allah yang bisa saja mendengarkan Kata-kata tersebut... Sekarang Aku Bawa Kesakitan itu, terlebih lagi berbagai cerita miring yang aku dengar dari sana-sini yang memojokkanku, Aku Telah berusaha memperbaiki keadaan, tapi Mengapa Semuanya Justru berbalik menyerangku....

Inilah Takdirku, Inilah Ketetapan Allah Untukku, Aku Bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan kepadaku, termasuk akal sehat yang masih kumiliki meskipun terkadang batinku menjerit kesakitan. Sungguh Jika Aku Punya Kemampuan, Aku Tak Mau Bersama Mereka, Aku Ingin Menghilang....

Hapus Saja Semua Tentangku, Apakah Aku Yang Zhalim, Atau Mereka Yang Zhalim ? Zhalim, Atau TerZhalimi ?

Ku Ingin Membawamu Ke Surga

Maha Suci Allah yang mempertemukan dan menyatukanku dengan Wanitaku, wanita terindah dalam hidupku. Dialah satu-satunya Wanita yang paling mengerti aku, meskipun ketidak-sempurnaannya terkadang membuatku kesal, namun aku sadari aku adalah laki-laki yang paling beruntung di zamanku memiliki pendamping hidup sepertimu.... Aku Malu saat mataku berkaca-kaca didepanmu, sementara kau menegarkanku, seharusnya keadaan ini berbalik. sungguh kamu adalah bidadari duniaku, dan jika Allah mengizinkanku masuk ke dalam Surganya Kelak, ku ingin Engkau Menjadi Ratu Bidadariku disana....

Telah banyak masa kita lalui bersama, dan pengorbananmu tak bisa kubalas dengan apapun, engkau mengajarkanku banyak hal, keihklasan, ketegaran, dan kesabaran tak berbatas, kau mengajarkan aku bersikap dewasa dibalik sikapmu yang terkadang kekanak-kanakan, kau  banyak memberiku motivasi saat aku dalam keterpurukan dikala ku sedang mencoba berishlah diri, Engkau Tak Sempurna tapi hari-hariku terasa sempurna bersamamu, tak pernah kau menuntut banyak dariku meskipun kutahu kalau dirimu adalah wanita yang manja.

Tak Dapat ku Memanjakanmu meskipun ku inginkan itu atas dirimu, Maafkan Aku Dinda... Ku Ingin Membawamu Ke Surga Bersamaku, melepaskan kepenatan yang telah kita lalui bersama di dunia yang hanya sementara. Namun Aku Sendiri tidak yakin apakah bisa memasuki Surga itu atas dosa-dosa masa laluku yang menggunung. Aku hanya bisa berdo'a untukmu, Semoga Allah membalasmu dengan Surga Firdaus, Semoga Engkau di jauhkan dari Azab Pedih Api Neraka, Semoga Engkau termasuk Golongan Aisyah R.aha, dan Istri-istri nabi, juga para Sahabiah.

Kutuliskan ini untuk wanitaku, seorang wanita yang aneh, yang pernah bertanya padaku... Kak... Kamu Nggak Mau Menikah Lagi Kah ? >>>


Why They Blame Me ?

Mengapa Mereka Semua Menyalahkanku Untuk Urusan Yang Tak Ingin Lagi Kuketahui... Aku Sudah Membebaskan Diri Dari Semua ini... Tapi Mereka Tetap menyalahkanku.... I've Say "GIVE UP" I not want to know whatever.... Aku Hanya Ingin Hidup Normal Seperti Sediakala, Masalahku Sudah Cukup Banyak dan Aku Mohon Pada Kalian Jangan Pernah Melakukan ini padaku.....

Ada Allah Tempatku Mengadu, Namun apakah Allah Sudih mendengarkanku ? Sementara Aku ini adalah manusia yang sedang berishlah diri yang masih sangat jauh dariNYA.....

ataukah aku harus kembali seperti yang dulu ? Seperti Mereka yang jauh dari Mengingat Rabbnya... Mereka Justru Hidup dengan bergelimang Kebahagiaan.....

Tapi Aku Tahu... Sesungguhnya Allah Memberikan mereka kebahagiaan di Dunia yang Hanya Sesaat, dan tidak ada lagi kebahagiaan bagi mereka untuk di akhirat yang selama-lamanya.

Arrgghh..... semua ini memenuhi kepalaku, Why Do They Blame Me ? Do U Have a knife ? It's Better To Kill Me Directly !!!

My Facebook Status
CLICK TOMBOL LIKE DIBAWAH

10 Artikel Terpopuler di BLOG Nandar