Program Cuci Otak Salafi Wahabi

Indonesia Darurat Wahabi, Waspadailah program cuci otak Salafi’ Nama Lain dari Wahabi
a. Mengaku beribadah selalu berdasarkan sunnah Rasulullah SAW seperti tidak suka memakai ‘imamah (sorban yang dililit di kepala), padahal itu adalah sunnah Nabi yang dikerjakan oleh para ulama salaf, seperti Imam Malik bin Anas (Ad-Dibaj al-Madzhab, Ibrahim al-Ya’muri, juz 1, hal. 19), dan lainnya; yang intinya tidak ada contoh dari Rasulullah !

Fungsi Tiap Tombol Pada Keyboard

Buat anda yang baru belajar menggunakan komputer, artikel ini akan sangat membantu anda untuk mengetahui fungsi dari setiap tombol pada komputer atau laptop yang anda gunakan sehari-hari. Silakan di pelajari, dan jangan lupa bagikan pada teman-teman yang lain.

Waspadai Kode Maling Coretan Dinding

PENTING UNTUK DIKETAHUI DAN DISEBARLUASKAN !
Info ini adalah analisis dan hasil pengembangan interograsi dari kawanan para penjahat. Jika anda menemukan coretan di dinding, tembok atau tiang telpon, atau tiang2 sejenis lainnya, langsung saja dihapus atau cat ulang dengan memblok tulisan tersebut. Karena ada indikasi maling atau rampok yang sedang mengincar lingkungan anda.

Jangan Batasi Jumlah Anak

Banyak Anak Banyak Rezeki, Begitulah Semboyan Orang-orang tua kita terdahulu..... itu karena pada zaman dahulu, belum begitu jauh dari Zaman keberkahan Dakwah Nubuwwah. yang mengikuti cara Nabi Shallallahu 'alaihi Wasallam.

Ancaman Meninggalkan Shalat Berjamaah

Sebagaimana Allah Subhanahu wata'ala telah menjanjikan berbagai pahala kepada mereka yang menunaikan perintah-perintah-Nya, Allah Subhaanahu wata'ala juga murka dan memberikan ancaman kepada mereka yang mengabaikan perintah-perintah-Nya.

Sebuah Hadits Menyebutkan :
Dari sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma, ia mengatakan bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa mendengar adzan dan tidak memenuhinya  tanpa ada udzur, maka shalat yang dikerjakannya tidak akan diterima." Para Shahabat Radhiyallahu 'anhum bertanya, "Apakah Udzurnya?" Beliau menjawab, "Takut¹⁴ atau sakit." (H.R. Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan Ibnu Majah, dari Kitab At-Targhib)

Faidah
     Maksud tidak akan diterima shalatnya' ialah tidak mendapat pahala dan anugerah dari shalatnya, meskipun kewajibannya telah tertunaikan. Inilah makna hadits-hadits yang lafadznya. Laa Shalata yang artinya 'tidak ada shalat', sebab keutamaan shalat yang seharusnya ada, yaitu sebagai penyebab pahala dan anugerah, tidak terdapat dalam shalatnya. Inilah pendapat imam Abu Hanifah Rahmatullah 'alaih. Sedangkan sebagian shahabat Radhiyallahu 'anhum dan sebagian tabi'in rahmatullah 'alaihim, berdasarkan hadits-hadits ini, berpendapat bahwa meninggalkan shalat berjamaah tanpa udzur itu haram, dan berjamaah itu fardhu, sehingga banyak ulama yang berpendapat bahwa orang yang meninggalkan shalat berjamaah tidak sah shalatnya. Sedangkan dalam madzhab Hanafi walaupun shalatnya sah, tetapi mereka berdosa karena meninggalkan perintah berjamaah. ²★

Sayyidina Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma meriwayatkan sebuah hadits bahwa ia berdosa karena mengingkari Allah Subhaanahu wata'ala dan Rasul-Nya. Ia berkata, "Barangsiapa mendengar adzan, lalu ia tidak shalat berjamaah, berarti ia tidak menghendaki kebaikan dan tidak dikehendaki mendapatkan kebaikan." sayyidina Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berkata, "Barangsiapa mendengar adzan lalu tidak shalat berjamaah, maka lebih baik dituangkan timah mendidih ke lubang telinganya."
 
Di Nukil dari Kitab Fadhilah Amal, Bab Fadhilah Shalat, Shalat Berjamaah Pasal 2 "Ancaman Bagi Yang Meninggalkan Shalat Berjamaah"
Semoga Membawa Manfaat bagi Siapa Saja Yang membacanya, dan Semoga Para Pembaca Niat Amal & Sampaikan Perkara ini, minimal Share di Sosial Media Seperti google plus (g+), facebook, twitter, BBM, dll.
Wasallam....

 

10 Artikel Terpopuler di BLOG Nandar