Debat Terbuka Tabligh vs Salafi

Afwan, Terima kasih Sebelumnya Untuk Saudara Saya Yang Masukkan Saya Dalam Sebuah Grup Facebook "DEBAT TERBUKA SALAFI VS TABLIGH" . Baik Salafi, Tabligh ataupun Kajian Lainnya "Insya Allah"  Kita Semua Sama2 Islam, Sama2 Shalat. Mungkin Yang Berbeda Adalah Kefahaman Kita....


Kalau Boleh Saya Saran, Mari Kita Kerja Sama Merisaukan Saudara2 Kita Yang Mengaku Islam Tapi Belum Shalat Lima Waktu & Mengajak Ummat Yang Masih Shalat DiRumah Untuk Shalat di Masjid. Saya Sering Dengar Dalam Sebuah Bayan dan Mudzakarah Bahwasanya Perdebatan Tidak Akan Mendatangkan Kefahaman.

Jangan Sampai Perdebatan ini Menjadi Asbab Perpecahan Ummat.... Ingat Ushul2 Dakwah dan Hakikat Enam Sifat Sahabat yang sekaligus menjadi enam prinsip dakwah !!!! Kita Adalah Ummat Yang Terbaik, Jangan Sampai Perdebatan Membuat Kita Menjadi Ummat Yang Terbalik.

Dialog di Grup ini tidak lagi menggunakan Akal Sehat, Saling Menghina dan bahkan mengumpat satu sama lain.... Sungguh sangat tidak terpuji, Orang-orang yang berbeda agama saja masih banyak yang bisa hidup rukun satu sama lain, kenapa yang sama-sama menyembah Allah dan Menjadikan Nabi Muhammad SAW Sebagai Junjungan, Al-Quran Sebagai pedoman hidup kenapa justru saling menghina dan menjatuhkan, hanya karena perbedaan metode usaha atas iman.


Tidakkah mereka Ingat bahwa Kebenaran hanyalah Milik Allah ?

Jazakallah For Read This.
CLICK TOMBOL LIKE DIBAWAH

10 comments:

  1. Dalam hadits 73 golongan, 1 golongan yang masuk surga. Mereka mengklaim yang satu golongan tersebut adalah Salafi. Menurut Rasulullah yang satu golongan tsb adalah : Mereka itu al-jama'ah... (HR. Abu Dawud dan Ad-Darimi). Siapa mereka ? yaitu (yang tetap dalam) jama'ah (HR. Ibn Majah dan Ibn Jarir). Siapa mereka ? Beliau menjawab: Apa yang aku dan sahabatku berpijak di atasnya. (HR. At-Tirmidzi).

    Orang yang mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya. Apa yang “Aku dan sahabatku berpijak di atasnya” (HR. At-Tirmidzi).

    Masuk Surga itu ada dua cara. Mampir dulu keneraka baru kesurga kedua tanpa mampir keneraka langsung ke surga. Maka golongan yang yang selamat tsb pasti, pasti, pasti dstnya pasti tanpa mampir keneraka. Mungkinkah “Aku dan sahabatku” mampir keneraka ?

    Amal sholeh mana yang pahalanya langsung masuk surga, dimana “Aku dan sahabatku” berada diatasnya. Perhatikan Hadits berikut : ” Telah menceritakan pada kami Uqbah bin Mukram dan Nashr bin Ali: Telah menceritakan pada kami Salam bin Qutaibah dari Tu’mah bin Amru dari Habib bin Abi Tsabit dari Anas bin Malik berkata: bersabda Rasulullah: “Siapa mengerjakan shalat (5 waktu) dengan ikhlas karena Allah selama 40 hari berjamaah dengan mendapatkan takbiratul ihram, dicatat untuknya dua kebebasan, yaitu bebas dari neraka dan bebas dari kemunafikan.” (H R.Tirmidzi)

    Bebas dari Neraka, maksudnya langsung masuk surga.

    Jadi yang satu golongan itu bukan golongan yang ada sekarang, tetapi setiap insan yang mampu seperti “Aku dan para sahabatku” diseluruh dunia dimanapun berada, baik mereka sekarang telah berada di alam kubur, atau anda yang masih hidup sekarang ini atau yang akan lahir nantinya. Mereka seperti “Aku dan para sahabatku” Mereka itulah yang masuk dalam golongan yang selamat.

    Kenapa sekarang ada yang mengklaim golongannya yang selamat ? Lalu mengkafirkan golongan yang lain ? Sementara salatnya masih masbuk dan terputus ? Kalaupun salatnya sudah bagus tidak selayaknya kita mengkafirkan sdr kita yang masih berusaha untuk menjadi baik .

    Mudhan bermanfaat.

    ReplyDelete
  2. "Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 golongan masuk neraka dan 1 golongan masuk surga"
    (Al-Hadits Shohih)

    Jadi garis besarnya setiap Islam yg punya nama pasti dia golongan dan termasuk dia dari
    72 golongan yg masuk neraka sebab nabi tidak mungkin berdusta.Jadi kalau mau selamat isnsyaAllah mudah koq.Perbanyak aja amal ibadah,
    banyak nuntut ilmu, banyak berdoa mohon petunjuk Allah, korbankan materi, tenaga, waktu dengan ikhlas
    demi mencari jalan yg diridhoi.
    Tinggalkan semua nama-nama aliran/organisasi Islam itu seperti : LDII, IS, HT, NII, Ahmadiyah, Muhamadiyah, NU, Persis,
    JT, Hasmi, Partai, Salafi, dsb.Tapi orangnya jangan ditinggali lho! dan jangan pula dianggap sebagai musuh.
    Sayangilah orang-orangnya sebagaimana kamu menyayangi dirimu sendiri.
    Gampang bukan???
    Atau lihat saja pada zaman nabi dan sahabat bahkan ke 4 madzab, apakah mereka membentuk nama-nama dari Islam yg jelas2 unsurnya memecah belah umat?
    Jawabnya tentu tidak.
    Prinsip Islam yg benar itu sifatnya tidak memecah belah umat.

    ReplyDelete
  3. "yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka"
    (QS 30:32)

    Banyak sekali orang2 yang amalkan ayat ini.Bukan bangga dengan Islam tapi bangga dengan golongan yang dibuatnya sendiri dan menganggap salah diluar golongannya.
    Lebih senang menggembor-gemborkan nama2 yg mereka buat sendiri daripada menggembor-gemborkan Islam yg sudah tentu tidak ada larangannya.


    ReplyDelete
  4. SALAFI TAK PERNAH LELAH MENYEBUT JAMAAH TABLIQ SESAT dan TUKANG BID’AH
    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Saudaraku, penduduk dunia sekarang sdh mencapai 7 Milyar, enam milyar diantaranya masih kafir (belum mengenal Islam), hanya satu milyar saja yang mengenal dan memeluk Islam, yang satu milyar inipun keislamannya masih dipertanyakan. Enam milyar manusia masih dalam kesesatan, tanggungjawab siapakan ini? Tanggungjawab Nabi? Nabi kita sudah lama wafat.
    Saudaraku, mustinya kita malu mengaku pengikut Nabi tapi kita tidak mau melaksanakan kerja Nabi, bahkan menghina kerja Nabi. Kenapa menutup mata terhadap fakta-fakta bahwa seluruh Nabi mulai dari Nabi Adam AS sampai Nabi terakhir Muhammad SAW kerjanya adalah dakwah (tabliq). Ad’u IlaLLAH, mengajak manusia hanya menyembah Allah, tidak yang lain. Menurut para ulama ada 124 ribu Nabi pernah ada, semua bertugas untuk mengajak manusia, ummatnya untuk hanya menyembah Allah, hanya taat pada Allah. Dalam menjalankan kerja dakwah ini, tidak sedikit Nabi di hina, dcaci, dikucilkan, ditolak, dilempari batu, bahkan ada Nabi yang dibakar oleh kaumnya dan banyak lagi perlakuan dan hinaan mereka kepada Nabi dalam menjalankan dakwahnya.
    Saudaraku, kerja tabliq (dakwah) adalah kerja para Nabi. Kalau ummat nabi terdahulu tidak dibebankan berdakwah karena setiap kaum punya Nabi dan setelahnya akan ada nabi lagi. Tapi Nabi kita Nabi terakhir, tidak ada lagi nabi setelahnya sampai kiamat dunia. Maka setelah Nabi Muhammad SAW wafat, risalah kenabian yaitu kerja nabi, tidak boleh berhenti dengan wafatnya Rasulullah. Kerja Nabi harus diteruskan oleh ummatnya sampai kiamat. Jadi beban dakwah berada dipundak ummat Muhammad SAW. Disinilah keutamaan ummat Muhammad, ummat akhir zaman dibanding dengan ummat-ummat terdahulu, karena beban dakwah, kerja nabi diteruskan oleh ummat Muhammad SAW.

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Saudaraku, suatu hari Rasulullah memberikan perintah dalam tausyiahnya antara lain “...wahai sahabatku yang hadir, sampaikan kepada yang tidak hadir....”. Maka sejak itu para sahabat menyebar untuk menyaikan agama Islam keseluruh pelosok dunia yang belum mengenal Islam. ada yang keutara, ada yang keselatan, kebarat dan ada yang ke timur, sehingga sebagian diantara mereka sampai ke nusantara ini. Jadi kita bisa menikmati cahaya Islam ini karena pengorbanan mereka. Bukan mereka tak punya kerjaan, bukan mereka ga punya keluarga, anak isteri, tapi mereka ihlas dan siap mengorbankan semuanya demi tersebarnya Islam. Itulah yang patut dicontoh kalau memang kita ngaku pengikut Nabi dan sahabat.
    Saudaraku dalil tentang dakwah begitu banyak baik dalam Al-Qu’ran maupun hadist Nabi. Disebutkan dalam Al-Qur’an, yang artinya “ Katakan (ya Muhammad) inilah Jalanku yaitu mengajak manusia taat hanya kepada Allah ..... dan jalan bagi yang mengikutiku...”. Jalan bagi orang yang mengikutiku, jelas, bukan hanya Nabi diminta mengajak manusia taat hanya kepada Allah tapi juga kita ummatnya yang mengaku pengikut Nabi.
    “Hendaklah segolongan diantara kamu menyeru pada kebajikan dan mencegah kemungkaran” itu juga ada dalam Al-Qur’an. Banyak dalilnya tentang dakwah ini.
    Saudaraku, 6 milyar manusia belum mengenal Islam. Ada sekelompok ummat Muhammad bertebaran di negara-negara kafir menyampaikan Agama Islam ke mereka. Mereka berkorban harta, dan jiwanya untuk mengembang amanah Rasulullah. Itulah yang Anda sebut jamaah Tablikq sesat dan dan tukang bid’ah?.

    ReplyDelete
  7. Saudaraku, Ketika prancis belum tersentuh dakwah, jamaah tabliq dikirim ke sana, rombongan pertama belum menemukan namanya mushollah apalagi masjid. Mereka mendirikan gubuk tempat persinggahan mereka. Gelombang ke dua, ketiga dikirim lagi, dan Alhamdulillah semua gubuk yang telah disinggahi jamaah sekarang ini sudah menjadi masjid semua, dan orang prancis sudah banyak masuk Islam.
    Lain lagi cerita yang dialami jamaah yang dikirim ke Chile, Amerika latin, waktu itu belum ada masjid, ketika jamaah sholat diemperan toko, ada anak-anak memperhatikan mereka, lalu melaporkan ke orang tuannya untuk mengusir jamaah. Orang tuanya datang dan memperhatikan jamaah sedang sholat. Orang tuanya langsung terharu dan menyerbu memeluk jamaah. Ternyata orang tua anak tadi adalah keturunan arab yang kakeknya dulu melarikan diri ketika terjadi pergolakan di daerah jasirah. Mereka sdh turun temurun tinggal di chile, mereka menguasai perdagangan termasuk perdagangan babi, mereka kuasai pasar, rata-rata mereka sukses dari segi ekonomi tapi sdh melupakan agama nenek moyangnya. Mereka sudah ga ada yang sholat. Sehingga ketika mereka melihat ada orang melaksanakan gerakan-gerakan sholat merekapun teringat kembali agama nenek moyang mereka. Mereka mengira jamaah yang sholat itu datang dari tanah Arab. Tapi jamaah sampaikan bahwa kami bukan dari arab tapi dari Indonesia datang untuk bersilaturahmi dan mengajak mereka untuk masuk Islam dan hanya taat pada Allah. Sejak itu mereka para jamaah mengajarkan kembali Islam, dan mendirikan sholat, Alhamdulillah Islam mulai ada dan masjidpun didirikan.
    Lain lagi cerita jamaah yang baru datang dari daerah columbia dan satu negara kecil yang disebut negara trinadad. Para jamaah ditanya terbuat darimana Tuhanmu, apakah tuhanmu sudah mati atau belum? Merka Sangat tidak mengenal Islam. Suatu hari jamaah sedang sholat jamaah, orang-orang setempat banyak duduk dibelakang memperhatikan jamaah sholat. Setelah sholat mereka ditanya untuk “apa duduk bergerombol dibelakang?” Mereka menjawab “kami hanya ingin tau apa yang Anda lakukan dengan agama Anda”. Alhamdulillah setelah mereka dipahamkan tentang agama Islam ini, mereka banyak yg masuk Islam. Banyak lagi cerita2 yang mengagumkan dari jamaah yang keluar berdakwah.
    Saudaraku, pengorbananmereka mencontoh Nabi dan para sahabat. Mereka siap mengorbankan jiwa mereka demi agama Allah. Tidak jarang berangkat 8 orang yang kembali tinggal 7 karena sebagian diantara mereka meninggal dalam perjalanan. Mereka tidak gentar dengan semua resiko itu, karena pengorbanan Nabi dan para sahabat untuk kejayaan Agma lebih dari pada itu. Sahabat yang datang ke tanah air dan keseluruh penjuru dunia banyak tidak kembali lagi kekeluarganya.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. Saudaraku, dimana kesesatan dan kebid’ahan mereka? Anda selalu berkata keluar 3 hari, 40 hari dan 4 bulan tidak pernah dicontohkan Nabi. Memang tidak pernah, karena itu hanya metoda. Sama halnya metode yang dipakai Fakultas Syariah di UIN, untuk menguasai level ilmu syariah untuk jenjang S1 juga dibatasi waktunya rata-rata 4 tahun, mau lanjut S2 ya tambah waktunya lagi dan dibatasi juga waktunya kurang lebih 2 atau 3 tahun. Kalau kelamaan bisa DO, atau kecepatan misalnya hanya 6 bulan belum dianggap menguasai ilmunya. Begitupun di pasanteren-pesantren di Indonesia juga membatasi waktu santrinya. Kenapa ga pernah mengatakan bahwa kiyai-kyai dipesantren itu bid’ah?
    Saudaraku, mereka pelihara jenggot, berjubah karena mereka mendengar dari para ulama Rasulullah juga pelihara jenggot dan pakaiannya berjubah. Mereka membatasi singgah disuatu masjid hanya 3 hari karena mereka mendengar dari para ulama pesan Rasulullah bahwa kalau engkau bertamu disuatu tempat jangan lebih dari 3 hari. Mereka kalau tidur, tidur dengan cara Rasulullah, kalau makan dan minum juga dengan cara Rasulullah. Merak juga dilarang berbantah-bantahan. Mereka juga sangat dilarang membicarakan khilafiah. Yang mau qunut silahkan, yang ga mau silahkan. Mau berzikir silahkan, yang ga mau silahkan. mereka tidak mengenal firqoh. Nama jamaah tabliq juga bukan mereka yang menamakan diri, orang luar yang menyebut mereka jamaah tabliq karena kerjanya bertabliq.
    Saudaraku, jamaah yang keluar 3 dan 40 hari hari kebanyakan masih masih pemula, atau yang meniatkan keluar 3 hari tiap bulannya. Setelah 3 hari kemudian meningkat 40 hari itu kebanyakan masih dalam negeri. Tapi setelah keluar 4 bulan yang dianggap sudah kuat ilmu dan imannya umumnya mereka berkumpul di India kemudian siap dikirim ke Eropa, Amerika, afrika dan Asia dan penjuru dunia.
    Saudaraku, mohon maaf, berhentilah menjelek-jelekan sesama. Sekiranya Anda belum faham juga dan belum mampu berkorban seperti mereka, jangan menfitnah. Sungguh kerja mereka adalah kerja para Nabi. Bukankah dikatakan pada diri Rasul ada contoh yang baik? Lalu kenapa ada yang mencontoh mereka dianggap sesat? Tidakah dalam al fathihah selalu kita minta 17 x minimal kita minta supaya diberi jalan yang lurus sebagaimana mereka yang diberi nikmat yaitu para nabi, para syuhada dan orang-orang sholeh. Kerja mereka semua adalah dakwah, mengajak manusia untuk taan hanya kepada Allah.
    Semoga Allah mengampuni kita semua atas kemampuan kita hanya memecah belah dan merasa diri sendiri yang benar. Amin.

    ReplyDelete

TREND BATIK MOTIF BOLA 2012

Gabung Sindo Community Sekarang

10 Artikel Terpopuler di BLOG Nandar